STISNU

DALIL DZIKIR BAKDA SHOLAT

DALIL  DZIKIR BAKDA SHOLAT

Muhamad Qustulani

Perintah berdzikir kepada Allah

Allah memerintahkan kita sebagai hambanya untuk berdzikir (mengingat-Nya) kepada Allah. sebagaimana firman Allah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya (QS al-Ahzab: 41).

Kemudian pada ayat lain, Allah berfirman: 

ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

  1. 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

Layaknya sebagai hukum kausalitas (sebab akibat), kalau kita selalu terkoneksi dengan Allah maka pasti Allah juga akan ingat kita, memelihara kita, melindungi kita, memudahkan urusan kita, memenuhi kebutuhan kita dan mengijabah doa serta permintaan kita. Tetapi jika sebaliknya kalau kita lupa kepada Allah, maka Allah pun akan melupakan kita, mungkin juga akan murka kepada kita. Ketika kita melupakan Allah, maka Allah akan melupakan kita terdahap diri kita, itulah orang yang fasiq (QS al-Hasyr: 19). Layaknya kekasih dengan yang dikasihinya, kalau kita melupakannya pasti Dia juga melupakan kita.

Zikir dalam arti luas adalah merasa selalu ingat dan tersambung kepada Allah kapan dan di mana saja. Zikir dapat dilakukan dalam hati, lisan dan perbuatan anggota tubuh. Zikir dengan lisan dapat dilakukan dengan membaca lafaz zikir, seperti subhanallah, alhamdulillah, laa ilaha illallah, allahuakbar dan bisa juga dengan membaca al-Quran. Zikir dalam hati bisa membaca lafaz zikir dalam hati atau kita merasakan kehadiran Allah ketika membaca lafaz-lafaz zikir itu. Secara amal anggota tubuh, bisa dengan shalat dan mensyukuri semua nikmat Allah dengan mempergunakan nikmat itu sebagaimana fungsinya atau tujuan dia diciptakan oleh Allah.

 

Hadits Majelis Dzikir

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ للهِ تَعَالَى مَلائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أهْلَ الذِّكْرِ، فِإِذَا وَجَدُوا قَوْمَاً يَذْكُرُونَ اللهَ – عَزَّ وَجَلَّ – ، تَنَادَوْا : هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ ، فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِم إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا ، فَيَسْألُهُمْ رَبُّهُمْ – وَهُوَ أعْلَم – : مَا يَقُوْلُ عِبَادِي ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : يُسَبِّحُونَكَ ، ويُكبِّرُونَكَ ، وَيَحْمَدُونَكَ ، ويُمَجِّدُونَكَ ، فَيَقُوْلُ : هَلْ رَأَوْنِي ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ مَا رَأَوْكَ . فَيَقُوْلُ : كَيْفَ لَوْ رَأوْنِي ؟! قَالَ : يقُولُونَ : لَوْ رَأوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً ، وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيداً ، وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحاً . فَيقُولُ : فَمَاذَا يَسْأَلُونَ ؟ قَالَ : يَقُولُونَ : يَسْألُونَكَ الجَنَّةَ . قَالَ : يَقُوْلُ : وَهَلْ رَأَوْها ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا . قَالَ : يَقُوْلُ : فَكيفَ لَوْ رَأوْهَا ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لَوْ أنَّهُمْ رَأوْهَا كَانُوا أشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصاً ، وَأَشَدَّ لَهَا طَلَباً ، وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً. قَالَ : فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : يَتَعَوَّذُونَ مِنَ النَّارِ ؛ قَالَ : فَيَقُوْلُ: وَهَلْ رَأوْهَا ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ مَا رَأوْهَا . فَيَقُولُ : كَيْفَ لَوْ رَأوْهَا ؟! قَالَ: يَقُوْلُوْنَ : لَوْ رَأوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَاراً ، وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً . قَالَ : فَيَقُوْلُ: فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُم ، قَالَ : يَقُوْلُ مَلَكٌ مِنَ المَلاَئِكَةِ : فِيْهِمْ فُلاَنٌ لَيْسَ مِنْهُمْ ، إنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ ، قَالَ : هُمُ الجُلَسَاءُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ )) . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW  bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka (malaikat) menemukan satu kaum yang sedang mengingat Allah, mereka berseru, ‘Marilah kalian menuju kebutuhan kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu para malaikat itu mengelilingi mereka dengan sayap-sayapnya sampai langit dunia.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Kemudian Rabb mereka bertanya kepada mereka,–dan padahal Dia lebih tahu dari mereka–, ‘Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?’ Mereka (malaikat) menjawab, ‘Mereka (hamba hamba) bertasbih memahasucikan-Mu, bertakbir mengagungkan-Mu, bertahmid memuji-Mu, dan memuliakan-Mu.’ Lalu Allah berkata, ‘Apakah mereka melihat-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.’ Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihat-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihat-Mu, pasti mereka sangat bersungguh-sungguh beribadah kepada-Mu, sangat bersungguh-sungguh memuliakan-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.’”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Allah berkata, ‘Lalu apa yang mereka minta kepada-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Mereka meminta surga kepada-Mu.’ Allah berkata, ‘Apakah mereka melihat surga?’ Mereka menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabb, mereka tidak melihatnya.’ Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihatnya, mereka pasti sangat bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya, sangat bersungguh-sungguh untuk memintanya, dan sangat menginginkannya.’”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah berkata, ‘Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?’ Mereka menjawab, ‘Dari api neraka.’ Allah berkata, ‘Apakah mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, demi Allah, mereka tidak melihatnya.’ Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihatnya, pasti mereka sangat bersungguh-sungguh lari darinya dan sangat takut kepadanya.’”

Beliau melanjutkan, “Allah berkata, ‘Maka Aku persaksikan kepada kalian sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka.’ Salah satu malaikat pun berkata, ‘Namun, di antara mereka ada si fulan dan ia bukan bagian dari mereka. Ia datang hanya karena ada keperluan.’ Allah menjawab, ‘Mereka semua adalah teman duduk, dan tidak ada sengsara orang yang duduk bermajelis bersama dengan mereka.’” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, no. 6408 dan Muslim, no. 2689)

 

Hadits Bakda Shalat

Adapun hadits tentang dzikiran bakda shalat:

  1. Hadits dari Tsauban:

عن ثوبانَ رضيَ اللهُ عنه مولَى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم قال: ((كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم إذا انصرَفَ مِن صلاتِه، استغفَرَ ثلاثًا، وقال: اللهمَّ أنتَ السَّلامُ، ومنك السَّلامُ، تبارَكْتَ يا ذا الجلالِ والإكرامِ  

Artinya: Dari Tsauban Ra mual Rasulallah, bersabda: Rasulallah ketika bubar selesai dari sholatnya, membaca istighfar 3 kali, dan berkata: allahumma antassalam, wa minkassalam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

  1. Hadits dari al-Mughirah bin Syu’bah Ra. Bersabda, bahwa Nabi setelah menunaikan shalat wajib membaca “la ila ha illah wah dahula syarikalah….”

 عن المُغيرةِ بنِ شُعبةَ رضيَ اللهُ عنه، قال: ((إنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان يقولُ في دُبُرِ كلِّ صلاةٍ مكتوبةٍ: لا إلهَ إلَّا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، له المُلكُ، وله الحمدُ، وهو على كلِّ شيءٍ قديرٌ، اللهمَّ لا مانعَ لِما أعطَيْتَ، ولا مُعْطيَ لِما منَعْتَ، ولا ينفَعُ ذا الجَدِّ منك الجَدُّ  

  1. Hadits tentang wiridan bakda shalat membaca tasbih, tahmid, takbir

عن زيدِ بنِ ثابتٍ رضيَ اللهُ عنه، قال: ((أُمِرْنا أنْ نُسبِّحَ دُبُرَ كلِّ صلاةٍ ثلاثًا وثلاثينَ، ونحمَدَه ثلاثًا وثلاثينَ، ونكبِّرَه أربعًا وثلاثينَ، قال: فرأى رجُلٌ مِن الأنصارِ في المنامِ، فقال: أمَرَكم رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أنْ تُسبِّحوا في دُبُرِ كلِّ صلاةٍ ثلاثًا وثلاثينَ، وتحمَدوا اللهَ ثلاثًا وثلاثينَ، وتُكبِّروا أربعًا وثلاثين؟ قال: نَعم، قال: فاجعَلوا خمسًا وعشرينَ، واجعَلوا التَّهليلَ معهنَّ، فغدَا على النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فحدَّثَه، فقال: افعَلوا  

عن أبي هريرةَ، عن رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: من سَبَّحَ اللهَ في دبُرِ كُلِّ صلاةٍ ثلاثًا وثلاثينَ، وحَمِدَ الله ثلاثًا وثلاثينَ، وكبَّرَ اللهَ ثلاثًا وثلاثينَ، فتلك تسِعةٌ وتسعونَ، وقال تمامَ المائةِ: لا إلهَ إلَّا الله وحدَه لا شريكَ له، له الملكُ وله الحمدُ، وهو على كلِّ شَيءٍ قَديرٌ، غُفِرَت خطاياه وإن كانت مِثلَ زَبَدِ البَحرِ  .وله الجمعُ بينها فيقولُ: سُبحانَ اللهِ والحمدُ للهِ واللهُ أكبَرُ، هكذا، ثلاثًا وثلاثينَ مرَّةً

Manfaat Berzikir dalam Islam

  1. Mendapat perlindungan Allah

Orang yang senantiasa memuji kebesaran Allah Swt. akan selalu terlindung dari keburukan. Zikir juga bisa membuka pintu keselamatan dunia akhirat.

Dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa, “Barang siapa yang mengucapkan zikir ini di sore hari sebanyak tiga kali maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut.” (HR. Ahmad 2/290).

  1. Mendekatkan Diri pada Allah

Berzikir merupakan satu di antara amalan yang paling disukai Allah Swt. Ini tertuang dalam hadis yang berbunyi:

Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak, Para Sahabat yang hadir berkata: “Mau (wahai Rasulullah)!” Beliau bersabda: “Zikir kepada Allah Yang Mahatinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377).

Berzikir juga bisa mengingatkan diri pada kehidupan setelah kematian dan membuat selalu ingat akan kebesaran-Nya.

  1. Dicukupi Kebutuhannya

Manfaat berzikir selanjutnya yaitu bisa membuka pintu rezeki. Hal ini membuat segala urusan dunia maupun akhirat terasa lancar dan mudah dilalui.

Saat berzikir, Anda akan merasa selalu bersyukur dengan segala apa yang telah dimiliki. Ini membuat hati selalu merasa cukup serta jauh dari perasaan tamak dan serakah.

  1. Dijanjikan surga

Sebagai satu di antara amalan yang disukai Allah Swt., berzikir tentunya memiliki ganjaran yang luar biasa. Siapa pun yang berzikir setiap harinya akan dijanjikan surga oleh Allah.

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa mengucapkan zikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306).

  1. Amalan yang disukai Rasulullah

Berzikir juga merupakan amalan yang disukai Rasulullah. Rasulullah tidak pernah melewatkan zikirnya setiap hari. Inilah mengapa zikir menjadi satu di antara sunah rasul yang dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim.

Hal ini tentu termasuk meneladani sifat-sifat Rasulullah yang dapat mendekatkan diri kita kepadanya.

  1. Memberi Ketenangan

Berzikir juga bisa membuat seorang umat muslim merasa tenang hatinya. Saat berada di dekat Allah Swt., hati akan selalu merasa tenang dan damai. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang berbunyi:

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.