STISNU

PCNU Mitigasi Penyebaran Faham Khilafah di Tangerang Utara

Diskusi bersama Rais Syuriah tentang maraknya selebaran eks HTI setelah banya demo agraria di PP, Darul Anshor Pakuhaji 

Tangerang, 10 Pebruari 2025_News
Di tengah isue agraria di Tangerang bagian utara, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang menemukan banyak selebaran, buletin, dan buku tentang khilafah yang disebarkan oleh eks Hizbut Tahrir Indonesia. Sebab itu atas dasar arahan dari Rais Syuriah PCNU Abah KH. Entis Sutisna untuk melakukan mitigasi tentang penyebaran faham khilafah HTI yang bertolak belakang dengan Pancasila dan UUD 1945.

Dr. Qustulani, Sekretaris PCNU Kabupaten Tangerang pihaknya mensinyalir adanya hidden agenda yang dilakukan oleh oknum eks HTI yang mengambil keuntungan untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat dengan mensosialisasikan bahwa khilafah adalah solusi dari permasalahan agraria yang terjadi di Kabupaten Tangerang, khususnya di Tangerang Utara. Sebab itu dirinya mengingatkan kepada masyarakat jangan terjebak dengan isue isue yang disebarkan oleh eks HTI, melainkan fokus pada mengawal penyelesaian masalah yang terjadi di masyarakat.

“kami akan memitigasi jangan sampai gerakan HTI menjamur di masyarakat.”Katanya.

“jika mau demo, advokasi, yaudah advokasi ja, jangan sebar sebar buletin ke masyarakat.” tambahnya

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi usaha usaha terselebung eks HTI menyebarkan paham khilafah kepada masyarakat. Kata pria yang disapa Gus Fani, gerakan ini dalam beberapa bulan ini masif di Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Mauk, Sukadiri sampai Kronjo yang mencoba memprovokasi masyarakat untuk menjadikan khilafah sebagai solusi dari kasus pagar laut, dan agraria.

Temuan Buletin Jum’at, Buletin al Waie, dan Buku yang dibagikan kepada masyarakat

KH. Hafis Gunawan Ketua PWNU Provinsi Banten terpilih mengingatkan kepada Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU se Kabupaten Tangerang untuk mengidentifikasi dan melakukan upaya pencegahan atas maraknya sebaran sebaran buletin, jurnal jum’at, dan buku buku yang terjadi di masyarakat. Ia pun mengingatkan bahwa khilafah eks HTI bukan solusi dari permasalahan masyarakat melainkan justru menambah ruang permasalahan baru yang bisa merusak integrasi kebangsaan yang sudah bersatu padu dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945.

“Pancasila sudah menjadi solusi bagi warga bangsa, namun yang harus diperbaiki bukan Pancasilanya, tetapi manusianya.” tegas Abi Hafis Gunawan.

Atas permasalahan yang terjadi di Tangerang Utara, maka PCNU dalam waktu dekat akan membuka 3 (tiga) kantor cabang perwakilan PCNU untuk menyerap informasi dan pengaduan masyarakat. Direncanakan di Kecamatan Pakuhaji, Kemiri dan Kronjo. Kantor ini kemudian akan dijadikan posko dan sekretariat MWC NU serta badan otonom. Posko untuk mendengarkan aspirasi dan mengumpulkan data informasi, sedangkan sekretariat untuk titik kumpul pengurus NU Kecamatan dan Desa. Sebab itu dirinya mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki persoalan agraria dari adanya pembangunan bisa mendatangi kantor atau posko PCNU. Red

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses