Mahasiswa Baru STISNU Luruskan Niat Studi

Diposting pada

News Tangerang (14/09/2018)

Kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMRU)  Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU)  Nusantara Tangerang telah dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Akademik. Kegiatan tersebut sedianya dilaksanakan selama 3 hari mulia dari tanggal 14 s.d 16 September 2018.

Tegar Ketua Panitia pelaksana dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru STISNU dan mengajaknya untuk sama sama aktif membangun kampus dari hal pengembangan potensi akademik mahasiswa. Katanya mahasiswa adalah agent perubahan, agen kontrol sosial dan agen revolusi pada arah yang lebih baik.  Ia pun menambahkan bahwa menjadi mahasiswa di kampus NU sama halnya menjadi bagian dari keluarga Nahdlatul Ulama, menurutnya, menjadi orang yang turut menghidupi NU. Mengutip singkat ucapan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari bahwa bagi yang turut membesarkan NU bagian dari santrinya dan akan didoakan mati dalam keadaan husnul khatimah .

“Jadi mahasiswa NU sama halnya mengurusi dan membesarkan NU. Siapa yang mengurusi dan membesarkan berarti santri Mbah Hasyim yang akan didoakan mati dalam keadaan husnul khatimah.” Paparnya

Dr.  H. Muhamad Qustulani dalam sambutan pembukaan momru 2018 mengingatkan tentang pentingnya meluruskan niat ketika studi atau belajar, yakni fokus untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat bukan karena hal lain seperti mendapatkan gelar sarjana. Katanya jika menyakinkan diri berada pada proses belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan maka dua hal yang akan didapat, yaitu ilmu dan gelar sarjana. Namun jika yang dicari hanyalah gelar semata maka gelar itulah yang di dapat, tetapi ilmunya tidak ada yang melekat .

Selanjutnya ia pun mengutip penjelasan konsep tajrid Ibn Athaillah pemilik khitab al Hikam yang diimajinasikan sebagai cita cita meraih gelar sarjana, maka menjadi penting senantiasa berada dalam proses, tidak pernah berhenti melewati proses, sebab pada saat ini cita cita atau gelar sarjana hanyalah nafsu yang terpendam, sebab aslinya belum sarjana. Ia pun mengingatkan bahwa mahasiswa harus mengikuti proses dan dinamikanya, insyaallah akan sampai pada akhirnya. Jika berhenti maka tidak akan pernah sampai pada puncak sarjana yang diinginkan dan diidam-idamkan saat ini .

“Ubah niat untuk belajar, lalu jangan pernah berhenti untuk berproses. Insyaallah kalian (mahasiswa)  akan sampai pada titik akhir dari cita cita yang diharapkan.” ujarnya

Acara dibuka dengan membaca hadharat dan surat alfatihah. Hadir ketua prodi Hukum Ekonomi Syariah bapak Ecep Ishak Fariduddin, MA dan ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam bapak Ahmad Suhendra, MA . (fn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.