Waket I: Akan Ada Road Show Ngaji Pancasila Lintas Agama

Diposting pada

Tangerang, STISNU News

Deklarasi dukungan terhadap Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas di Kampus STISNU Nusantara Tangerang dihadiri banyak elemen masyarakat. Antusias terlihat ketika pembacaan pernyataan sikap bersama terkait dukungannya terhadap Perppu ormas tersebut di Kampus STISNU Nusantara Tangerang, Kamis (28/9/2017).

Menurut Qustulani, Wakil Ketua 1 STISNU Nusantara Tangerang bahwa perlu adanya upaya lain setelah deklarasi ini. Menurutnya, acara deklarasi ini merupakan sosialisasi dan sekaligus mempertegas posisi dan sikapnya terhadap Perppu No. 2 Tahun 2017.

Pasca deklarasi, dirinya dan rekan2nya akan keliling ke basis-basis masyarakat, kampus dan sekolah untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Adapun bentuk penyadaran yang akan dilakukan adalah Road Show Ngaji Pancasila.

“Saya setuju dan sepakat adanya Perppu tentang Ormas itu,” kata Wakil Ketua 1 STISNU Nusantara Tangerang, H Muhammad Qustulani, Kamis (28/9/2017).

Deklarasi ini digelar dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.  Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-quran.

Ormas di Indonesia, menurut Wakil Ketua 1 STISNU Nusantara Tangerang, H Muhammad Qustulani harus mengikuti aturan hukum di Indonesia. Sementara masih banyak ormas yang perlu dipertanyakan orientasi organisasinya apakah mereka itu gerakan dakwah atau gerakan politik.

Qustulani menjelaskan bahwa pasca diterbitkannya Perppu Ormas timbul pro dan  kontra, namun ormas yang radikal dan tidak sesuai dengan Pancasila tidak bisa didiamkan terus.

“Pancasila dan UUD 1945 adalah landasan dasar konstitusi kita yang mengatur kehidupan masyarakat kita. Oleh karenanya Perppu Ormas ini sebenarnya sebagai solusi ormas di dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Pendeklarasian dukungan terhadap Perppu tersebut dilakukan dalam rangka mempertegas bahwa NKRI dibentuk atas kesadaran dan kesepakatan para pendahulu bangsa. Dimana tujuannya untuk menyatukan diri dalam ikatan kebangsaan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan.

Hal senada yang disampaikan Sekretaris ICMI Kota Tangerang, Hilman mengatakan bahwa fenomena saat ini indonesia terkotak-kotakan sudah ada sejak dahulu dan alamiah. Keberagaman Indonesia adalah sebuah anugerah.

Sumber: pekaberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.