ZIARAH ABUYA BANTEN: MAHASISWA STISNU TRADISIKAN NGALAP BAROKAH

Diposting pada

 

KH. M. Mahrusillah, MM memimpin zairah di makam Abuya DImyathi Cadasari Pandegelang

ZIARAH ABUYA BANTEN: MAHASISWA STISNU TRADISIKAN NGALAP BAROKAH

Tangerang, STISNU News

Agenda rutin mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang ketika liburan ujian akhir semester (UAS) adalah ziarah qubur ke maqam para auliya, tawasulan ngalap barokah dan ilmu bermanfaat dunia dan akherat.

Ahmad Sagaf, ketua panitia ziarah menjelaskan bahwa tujuan ziarah kali ini, yaitu maqam Abuya Dimyathi Cadasari dikenal dengan karamahnya dan konsistensinya menjaga NKRI;  dan Abuya Maani Menes Pandegelang Banten untuk tapak tilas sejarah ke NU –an di Banten.

“kami (mahasiswa) ziarah ke Abuya Dimyathi dalam rangka tabarrukan, dan ingin lebih mengenal sosok Abuya yang memang dikenal memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa Indonesia. Ke Mamak Abuya Maani Rusjdi Mathlaul Anwa li Nahdlatil Ulama (MALNU) Menes dalam rangka tapak tilas sejarah NU di Banten, di mana pada tahun 1938 diadakan Muktamar NU pertama kali di Banten”. Ujarnya.

Muhamad Qustulani, wakil Ketua STISNU salah satu pendamping ziarah, menambahkan bahwa ziarah dan sowan kepada ulama yang masih hidup merupakan bagian dari tradisi akademik di STISNU. Sebab, STISNU ingin membangun tradisi akademik yang menggabungkan kesalehan spiritual dan kematangan intelektual. Lagi, ada pelajaran sejarah ke NU yang harus diketahui bahwa di Banten pada 1938 pernah ada muktamar NU di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Menes.

M. Mahrusillah, dosen STISNU sebagai muzawwir pemimpin ziarah banyak memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang pentingnya berziarah kubur, sebab ziarah kubur ada tadzkirah yang mendorong kita selalu mengingat Allah Swt. Ia pun mengingatkan kepada mahasiswa, ke depan jangan hanya sibuk dengan tradisi kaum intelektual hanya mengedepankan akal, menapikan hati. Sebab itu spritualitas amat penting untuk mentazkiyah (mensucikan) jiwa dari belenggu syahwat. Inteletualitas dan spritualitas harus berjalan seirama sehingga kita mampu menjadi generasi yang berkualitas.

Ikut dalam kegiatan ziarah diikuti oleh 40 mahasiswa, dan dilaksanakan penuh hikmat dan nasehat dari kyai kyai yang disowani. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.