STISNU

Rapat Dosen Semester Genap: STISNU Fokus pada Perbaikan Sarana, Penguatan Publikasi Jurnal, dan Implementasi OBE

Tangerang, 23  PFebruari 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar Rapat Dosen Semester Genap yang berfokus pada tiga agenda utama: peningkatan sarana kampus, penguatan publikasi jurnal ilmiah, dan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Rapat ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan sistem akademik STISNU dengan standar pendidikan tinggi yang lebih maju dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

Dalam sambutannya, Ketua STISNU, Dr. H. Muhamad Qustulani, menekankan pentingnya peningkatan fasilitas kampus sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih baik.

“Kami menyadari masih ada beberapa kekurangan dalam sarana kampus, termasuk fasilitas kamar mandi mahasiswa. Namun, hal ini bukan hambatan, melainkan tantangan bagi kita semua untuk terus melakukan perbaikan dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih nyaman dan layak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika atas keterbatasan layanan yang masih ada, sembari menegaskan bahwa STISNU terus melakukan upaya perbaikan secara bertahap.

“Kita harus mampu mengelola anggaran dengan cermat, mengingat STISNU masih dalam tahap pengembangan. Prioritas utama saat ini adalah mengoptimalkan fasilitas kampus agar lebih representatif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan dosen,” tambahnya.

Selain perbaikan sarana, penguatan publikasi ilmiah menjadi perhatian utama dalam rapat ini. Dr. H. Muhamad Qustulani menegaskan bahwa publikasi jurnal ilmiah tidak hanya menjadi syarat kepangkatan akademik, tetapi juga bagian dari upaya STISNU dalam meningkatkan daya saing di dunia akademik.

“Publikasi jurnal ilmiah harus menjadi budaya akademik yang kuat di STISNU. Dosen harus aktif menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal bereputasi. Ini adalah indikator penting dalam menilai kualitas akademik sebuah perguruan tinggi,” tegasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Asrori, MA, menambahkan bahwa STISNU akan menerapkan sistem reward dan punishment bagi dosen terkait produktivitas akademik mereka.

“Dosen yang aktif menulis di jurnal terindeks SINTA akan mendapatkan apresiasi, sedangkan yang belum memenuhi target akan mendapatkan evaluasi. Ini bertujuan untuk mendorong atmosfer akademik yang lebih produktif,” jelasnya.

Dalam mendukung standar pendidikan tinggi yang lebih modern, STISNU mulai mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). OBE merupakan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil belajar mahasiswa (learning outcomes) dan menekankan keterampilan, kompetensi, serta relevansi dengan dunia industri dan masyarakat.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dul Jalil, menjelaskan bahwa dalam kurikulum OBE, peran dosen bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga memastikan bahwa mahasiswa mampu mencapai kompetensi yang telah ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Beberapa langkah yang akan dilakukan dalam implementasi OBE di STISNU, antara lain:

  • Menyusun Silabus Berbasis OBE dengan merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis proyek (Project-Based Learning).
  • Mengoptimalkan SAP (Satuan Acara Perkuliahan) agar lebih menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan kompetensi mahasiswa.
  • Melakukan Evaluasi Capaian Pembelajaran (Assessment Outcomes) untuk memastikan mahasiswa benar-benar memahami dan mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
  • Mengembangkan Metode Pembelajaran Berbasis Digital untuk mendukung efektivitas OBE dalam pembelajaran daring dan luring.

“Dosen harus memastikan bahwa setiap mata kuliah yang diajarkan memiliki output yang jelas dan sesuai dengan standar OBE. Oleh karena itu, selain mengajar, dosen juga harus melakukan asesmen terhadap keterampilan dan kompetensi mahasiswa secara lebih konkret,” ujar Dul Jalil.

Dalam kesempatan ini, Ketua STISNU juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah mahasiswa baru guna mendukung keberlanjutan operasional kampus.

Saat ini, STISNU memiliki lima program studi:
Pemikiran Politik Islam
Manajemen Pendidikan Islam
Manajemen Bisnis Syariah
Hukum Keluarga Islam
Hukum Ekonomi Syariah

Dr. H. Muhamad Qustulani menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika memiliki tanggung jawab untuk membantu sosialisasi dan rekrutmen mahasiswa baru.

“STISNU adalah rumah kita bersama. Jika kita tidak berkontribusi dalam pengembangan kampus ini, siapa lagi yang akan melakukannya? Keberlanjutan kampus sangat bergantung pada sinergi kita semua dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru agar operasional akademik dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Rapat Dosen Semester Genap ini menghasilkan beberapa komitmen utama:

  1. Peningkatan sarana dan prasarana kampus, khususnya fasilitas yang mendukung kenyamanan mahasiswa.
  2. Peningkatan produktivitas publikasi ilmiah sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di STISNU.
  3. Integrasi kurikulum OBE dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas lulusan yang lebih kompetitif.
  4. Optimalisasi peran dosen dalam pembelajaran agar lebih berbasis capaian pembelajaran yang nyata.
  5. Peningkatan sosialisasi dan rekrutmen mahasiswa baru guna memastikan keberlanjutan dan perkembangan STISNU ke depan.

Sebagai penutup, Dr. H. Muhamad Qustulani mengajak seluruh dosen dan mahasiswa untuk bekerja sama dalam membangun STISNU sebagai institusi pendidikan Islam yang lebih maju dan berkualitas.

“Dengan komitmen, kerja keras, dan sinergi yang kuat, kita akan membawa STISNU menjadi perguruan tinggi yang lebih unggul, baik dalam akademik, publikasi ilmiah, maupun pembelajaran berbasis OBE,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses