Tangerang, 20 Maret 2025 — Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten, Prof. Dr. Nyai Hj. Sururin, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis STISNU Nusantara Tangerang dalam memperkuat visi kelembagaan melalui penguatan spiritualitas di lingkungan kampus. Hal itu disampaikan saat menerima laporan perkembangan STISNU dari Ketua STISNU di Kantor Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sururin menilai hadirnya mata kuliah Tasawuf Hadlori dalam kurikulum STISNU sebagai sebuah inovasi penting yang mampu membentuk karakter spiritual dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika. Ia menyoroti bahwa di banyak perguruan tinggi Islam, pembelajaran tasawuf sering kali hanya berhenti pada tataran teoritis dan belum menyentuh dimensi pengalaman spiritual secara nyata.
“Apa yang ditawarkan STISNU ini sangat menarik. Tidak hanya teori, tetapi ada metode-metode praktis yang memungkinkan mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika mengalami langsung pengalaman spiritual secara metodologis,” ujarnya.
Prof. Sururin juga menyampaikan ketertarikannya pada konsep Cosmic Intelligent atau kecerdasan kosmik yang menjadi bagian dari mata kuliah Tasawuf Hadlori di STISNU. Menurutnya, konsep ini membuka perspektif baru dalam memahami relasi manusia dengan alam semesta dan Sang Pencipta secara lebih utuh dan holistik.
“Saya melihat ini bisa menjadi kekuatan STISNU untuk mempertegas visinya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum, menegaskan bahwa penguatan spiritualitas merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan kampus.
“Kami ingin seluruh sivitas akademika STISNU—baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa—memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Mata kuliah Tasawuf Hadlori ini menjadi salah satu instrumen untuk mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.
Dr. Qustulani menambahkan, penguatan spiritualitas akan menjadi karakter khas STISNU di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kami berkomitmen menjadikan STISNU sebagai ruang lahirnya intelektual-intelektual santri yang berakhlakul karimah, siap berkiprah di masyarakat dengan ilmu, integritas, dan spiritualitas,” pungkasnya.