Dosen Muhil Terima Penghargaan STISNU atas Keberhasilan Program Pengabdian Mahasiswa
Tangerang, Ahad 23 Februari 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) memberikan penghargaan kepada Dosen Muhil atas keberhasilannya dalam mengoordinasikan program pengabdian mahasiswa di 50 sekolah dan madrasah di Kota dan Kabupaten Tangerang. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran aktifnya dalam memperkuat moderasi beragama di era digital serta dalam mencegah paham radikalisme di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Program pengabdian yang dipimpin oleh Dosen Muhil mencakup penyuluhan Trilogi STISNU, yang terdiri dari penguatan moderasi beragama, literasi digital, dan pencegahan radikalisme. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada guru dan siswa tentang pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman serta menggunakan teknologi secara bijak untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.
Materi penyuluhan berfokus pada bagaimana beragama di era digital dengan cara yang inklusif dan moderat. Mahasiswa membahas berbagai isu, seperti bagaimana menyaring informasi keagamaan yang beredar di media sosial, mengenali propaganda radikalisme yang tersebar di dunia maya, serta membangun pemahaman yang lebih luas tentang Islam yang rahmatan lil alamin. Selain itu, peserta juga diajarkan cara memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan-pesan damai dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman.
Dalam sambutannya, Dosen Muhil menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kerja sama erat antara STISNU, mahasiswa, serta sekolah dan madrasah yang terlibat. “Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas dalam membangun kesadaran beragama yang inklusif dan menciptakan lingkungan sosial yang harmonis,” ujarnya.
Ketua STISNU, Dr. H. Muhamad Qustulani, turut mengapresiasi dedikasi Dosen Muhil dalam membimbing mahasiswa dan menjalankan program ini dengan baik. “Program pengabdian ini memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran akan pentingnya moderasi beragama serta dalam menangkal pengaruh radikalisme, khususnya di era digital. Dengan adanya penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin bijak dalam menyikapi isu-isu keagamaan di dunia maya dan mampu menjadi agen perdamaian di lingkungannya,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya program pengabdian ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat, serta dapat menciptakan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, sikap toleran, dan kesiapan menghadapi tantangan era digital dengan pendekatan yang moderat dan inklusif.