STISNU Tahan Imbang UNUSIA, Dominasi Permainan Jadi Sinyal Bahaya bagi Lawan di Kapolda Cup 2026
Asrori
Penulis
TANGERANG, 11 JUNI 2026 – Tim Mini Soccer STISNU Nusantara Tangerang menunjukkan kualitas dan mental bertanding yang kuat dalam lanjutan Turnamen Mini Soccer Mahasiswa Kapolda Cup 2026. Menghadapi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), STISNU berhasil menahan imbang lawannya dengan skor 1-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh tensi.
Laga yang mempertemukan STISNU Nusantara dan UNUSIA ini digelar di STD Presisi Polda Metro Jaya, Rabu 10 Juni 2026. Dalam laga tersebut, UNUSIA lebih dahulu membuka keunggulan pada babak pertama melalui tendangan jarak jauh yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang STISNU. Gol tersebut sempat membuat para pemain STISNU berada di bawah tekanan, namun tim tetap mampu menjaga ritme permainan dan tidak kehilangan fokus.
Memasuki babak kedua, wajah pertandingan berubah drastis. STISNU tampil lebih agresif, lebih percaya diri, dan mampu mendominasi jalannya laga. Serangan demi serangan dibangun dari lini tengah dan sayap hingga membuat pertahanan UNUSIA harus bekerja ekstra keras.
Tekanan yang terus dilancarkan STISNU membuat para pemain UNUSIA beberapa kali melakukan pelanggaran keras. Wasit akhirnya mengeluarkan dua kartu kuning dan satu kartu merah untuk tim UNUSIA akibat permainan yang dinilai berlebihan dalam menghentikan laju serangan STISNU.

Dominasi permainan yang dipertahankan STISNU tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pemain bernomor punggung 8, Arif Mugni, sukses mencetak gol penyeimbang yang disambut meriah oleh para pendukung STISNU. Gol tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras dan semangat juang para pemain tidak pernah padam hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1, secara keseluruhan STISNU menunjukkan performa yang lebih meyakinkan ketimbang saat di pertemuan pertama. Kualitas individu pemain, penguasaan bola, serta intensitas serangan menjadi indikator bahwa STISNU memiliki potensi besar untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen ini.
Pelatih tim STISNU, Riza Fahmi, mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dahulu.
"Saya bangga dengan karakter para pemain. Kami sempat tertinggal di babak pertama, tetapi mereka tidak menyerah. Pada babak kedua kami mampu menguasai pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Hasil imbang ini memang belum sesuai target kemenangan, namun saya melihat perkembangan yang sangat positif. Secara permainan, anak-anak menunjukkan kualitas yang baik dan saya yakin pada pertandingan berikutnya mereka akan tampil lebih kuat," ucapnya penuh keyakinan.
Ia juga menegaskan bahwa hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim untuk memperbaiki penyelesaian akhir dan meningkatkan konsentrasi sejak menit awal pertandingan. Beberapa ini evaluasi bagi tim STISNU yang sidampaikan sang pelatih: (1) Konsentrasi pada awal pertandingan perlu ditingkatkan agar tidak mudah kebobolan dari situasi yang sebenarnya bisa diantisipasi; (2) Penyelesaian akhir masih harus diperbaiki mengingat banyak peluang yang tercipta pada babak kedua belum mampu dikonversi menjadi gol; (3) Dominasi permainan harus dibarengi efektivitas serangan agar keunggulan permainan dapat diterjemahkan menjadi kemenangan; dan (4) Mental bertanding dan daya juang tim sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan perlu terus dipertahankan.

Skor akhir memang menunjukkan hasil imbang, tetapi jalannya pertandingan memperlihatkan bahwa STISNU memiliki kualitas untuk bersaing dengan siapa pun di turnamen ini. Dominasi permainan pada babak kedua menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
Perjalanan masih panjang. Tetap rendah hati saat dipuji, tetap haus akan kemenangan, dan terus bekerja keras dalam setiap sesi latihan. Jika semangat juang, disiplin, dan kekompakan tim terus dijaga, bukan tidak mungkin STISNU Nusantara Tangerang akan menjadi salah satu kuda hitam yang diperhitungkan dalam Kapolda Cup 2026.
Satu poin telah diraih, tetapi pesan yang dikirim STISNU kepada seluruh peserta turnamen jauh lebih besar: mereka datang bukan sekadar untuk bertanding, melainkan untuk menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara. Semangat!!!

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!