Lewati ke konten utama
Umum 3 Agustus 2026 · 23 dibaca

STISNU Nusantara Tangerang dan Enam Lembaga Strategis Rancang KKM Integratif PKU: Sinergi Pengabdian untuk Penguatan Tata Kelola Umat

A

Asrori

Penulis

STISNU Nusantara Tangerang dan Enam Lembaga Strategis Rancang KKM Integratif PKU: Sinergi Pengabdian untuk Penguatan Tata Kelola Umat

KOTA TANGERANG – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang bersama Lembaga Pengembangan Pendidikan Kader Ulama (LP2KU) MUI Kota Tangerang, BAZNAS Kota Tangerang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) merancang pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integratif bagi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama (PKU) penerima beasiswa MUI–BAZNAS Kota Tangerang.

Program ini menjadi model baru pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan dunia akademik dengan kebutuhan riil umat melalui kolaborasi lintas lembaga. Berbeda dengan KKM pada umumnya, KKM Integratif ini dirancang untuk memperkuat literasi masyarakat dalam tata kelola keagamaan, pemberdayaan ekonomi, administrasi pertanahan, serta pelayanan hukum berbasis kemaslahatan.

Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa PKU akan menjalankan berbagai program strategis, di antaranya sosialisasi Aplikasi Menara, pendataan dan penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di 800 masjid yang tersebar di Kota Tangerang, edukasi sertifikasi tanah wakaf, pendampingan geotag aset wakaf, penyuluhan zakat dan wakaf produktif, serta edukasi hukum bagi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat tata kelola kelembagaan keagamaan di Kota Tangerang.

Rapat koordinasi penyusunan KKM Integratif dilaksanakan di kantor MUI Kota Tangerang, dihadiri Ketua MUI KH. Ahmad Baijuri Khotib, M.A., Ketua STISNU Nusantara Tangerang Dr. H. Muhamad Qustulani, M.A.Hum., perwakilan BAZNAS Kota Tangerang, Kepala Kantor BPN Kota Tangerang, BWI Kota Tangerang, serta LBH Kota Tangerang.

KKM Integratif ini diharapkan menjadi model kolaborasi pertama di Kota Tangerang yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga keagamaan, lembaga negara, dan lembaga bantuan hukum dalam satu ekosistem pengabdian masyarakat. Sinergi tersebut diyakini akan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menghasilkan kader ulama yang tidak hanya unggul dalam keilmuan Islam, tetapi juga memiliki kompetensi dalam tata kelola zakat, wakaf, administrasi pertanahan, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!