STISNU Nusantara Tangerang Utus Ketua LP3M dalam Rakor Penguatan Tata Kelola Litapdimas PTKIS
Asrori
Penulis
JAKARTA — STISNU Nusantara Tangerang mengutus Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (LP3M), Asrori, MA., untuk menghadiri Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penguatan Tata Kelola LP2M Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang diselenggarakan pada 27–29 Oktober 2026 di Grand Orchardz Hotel Rajawali Kemayoran, Jakarta.
Keikutsertaan STISNU Nusantara Tangerang dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mengelola program penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta hilirisasi hasil riset dan pengembangan kemitraan. Forum ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi bagi pengelola lembaga penelitian dan pengabdian di lingkungan PTKIS untuk memahami arah kebijakan pemerintah dan meningkatkan kualitas tata kelola tridarma perguruan tinggi.
Kegiatan ini menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., serta Wakil Koordinator (Wakor) Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten, Prof. Dr. Sururin, M.Ag., yang menyampaikan materi bertema “Arah Kebijakan dan Program Strategis Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) di Lingkungan PTKI.”
Dalam arah kebijakan yang disampaikan, penguatan Litapdimas menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam. Pengelolaan bantuan penelitian dan pengabdian tidak cukup hanya berorientasi pada penyerapan anggaran dan penyelesaian laporan administratif, tetapi perlu diarahkan pada kualitas proses, luaran akademik, kebermanfaatan hasil penelitian, serta kontribusinya terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

Perspektif tersebut menegaskan pentingnya tata kelola yang transparan, akuntabel, terukur, dan berorientasi pada hasil. Penelitian perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang bermutu, memperkuat tradisi akademik, serta membuka peluang pemanfaatan hasil riset melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan demikian, program Litapdimas tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menjadi instrumen untuk membangun ekosistem riset yang produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, penguatan koordinasi melalui Kopertais memiliki arti penting dalam mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam swasta agar semakin adaptif terhadap perubahan kebijakan dan standar mutu pendidikan tinggi. Pembinaan kelembagaan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penataan sistem administrasi penelitian, penguatan publikasi, dan pengembangan program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi STISNU Nusantara Tangerang, partisipasi dalam forum ini menjadi momentum untuk memperkuat peran LP3M sebagai penggerak utama pelaksanaan dan pengembangan tridarma perguruan tinggi. Hasil koordinasi diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyempurnaan pedoman penelitian dan pengabdian, peningkatan kualitas pendampingan dosen, penguatan tata kelola publikasi ilmiah, serta pengembangan program yang lebih terarah dan berdampak.
Ke depan, penguatan kelembagaan penelitian tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kualitas luaran, konsistensi tata kelola, dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks tersebut, LP3M memiliki posisi strategis untuk menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan akademik dan pengembangan institusi.
Melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penguatan Tata Kelola LP2M PTKIS ini, STISNU Nusantara Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam membangun perguruan tinggi yang unggul secara akademik, tertib dalam tata kelola, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dosen STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Kompetensi Moderasi Beragama melalui ToT Kemenag RI 2026
28 Okt 2026
Dari Akad Digital hingga Kemandirian Ekonomi: STISNU Nusantara Tangerang Ajak Santri Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
KARYA DOSEN STISNU: Fikih Tak Boleh Berhenti pada Masa Lalu, Buku Pendidikan Fiqh Kontemporer Mengajak Islam Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026