Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 28 Oktober 2026 · 36 dibaca

Dosen STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Kompetensi Moderasi Beragama melalui ToT Kemenag RI 2026

A

Asrori

Penulis

Dosen STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Kompetensi Moderasi Beragama melalui ToT Kemenag RI 2026

BANDUNG - Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang terpilih mengikuti Training of Trainer (ToT) Moderasi Beragama Program Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Tahun 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi dosen sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan akademik dan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut diselenggarakan di Hotel Grand Tjokro Premiere Bandung, dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai pelaksana. Program ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para peserta terpilih agar mampu mengembangkan dan menyebarluaskan pemahaman moderasi beragama secara lebih luas.

Dosen STISNU Nusantara Tangerang yang terpilih mengikuti program tersebut adalah Ecep Ishak Fariduddin, Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan sekaligus dosen home base Program Studi Pemikiran Politik Islam, serta Triasih Kartikowati, dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.

Kemenag RI Tegaskan Tiga Tujuan Moderasi Beragama

Kegiatan ToT Moderasi Beragama secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa moderasi beragama memiliki tujuan mendasar yang tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga dengan upaya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkualitas.

Ia memaparkan tiga tujuan utama moderasi beragama. Pertama, mendekatkan umat dengan ajaran agamanya. Kedua, memfasilitasi umat agar dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan baik. Ketiga, mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya mengurangi keyakinan atau mengaburkan ajaran agama. Sebaliknya, moderasi beragama menjadi ikhtiar untuk memperkuat pengamalan ajaran agama sekaligus membangun kehidupan bersama yang damai, saling menghormati, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Dari 2.600 Pendaftar, Hanya 300 Peserta Terpilih

Materi penguatan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori.

Dalam paparannya, Ruchman menyampaikan bahwa program ToT Moderasi Beragama tahun 2026 mendapatkan antusiasme tinggi. Dari sekitar 2.600 orang yang mendaftar, hanya 300 peserta yang terpilih untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Seleksi ini menunjukkan besarnya minat terhadap pengembangan kompetensi moderasi beragama sekaligus pentingnya kesiapan para peserta untuk mengambil peran sebagai penggerak dan penyebar nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan masing-masing.

Ruchman juga menguraikan tiga persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam kehidupan beragama. Pertama, kecenderungan mempertentangkan konsensus kenegaraan dengan pemahaman keagamaan. Kedua, fenomena post-truth keagamaan, yakni situasi ketika emosi, keyakinan subjektif, dan informasi yang belum terverifikasi dapat lebih memengaruhi pandangan seseorang dibandingkan fakta. Ketiga, keberadaan silent community, yaitu kelompok atau individu yang cenderung diam dan kurang terlibat dalam merespons persoalan keagamaan di ruang publik.

Ketiga persoalan tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan moderasi beragama membutuhkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari penguatan literasi keagamaan, kemampuan menyikapi informasi secara kritis, hingga keterlibatan aktif dalam membangun ruang dialog yang sehat dan konstruktif.

Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Menyebarkan Moderasi Beragama

Keikutsertaan Ecep Ishak Fariduddin dan Triasih Kartikowati dalam ToT Moderasi Beragama Kemenag RI 2026 menjadi bagian dari upaya STISNU Nusantara Tangerang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, STISNU Nusantara Tangerang memiliki peran strategis dalam membangun tradisi akademik yang terbuka, kritis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang membawa kemaslahatan. Melalui peningkatan kompetensi dosen, nilai-nilai moderasi beragama diharapkan dapat semakin terintegrasi dalam proses pembelajaran, kegiatan akademik, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi kontribusi nyata bagi kampus, baik melalui penguatan materi perkuliahan, diskusi akademik, kegiatan edukasi, maupun program pemberdayaan masyarakat.

Dengan mengikuti program nasional ini, kedua dosen STISNU Nusantara Tangerang diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam membangun pemahaman keagamaan yang seimbang, memperkuat semangat kebangsaan, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun di tengah keberagaman.

Partisipasi ini sekaligus menjadi momentum bagi STISNU Nusantara Tangerang untuk terus memperkuat komitmen dalam melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam merawat kerukunan dan memperkokoh persatuan bangsa.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!