Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 2 Juni 2026 · 13 dibaca

STISNU Nusantara Tangerang Tegaskan Sikap Kelembagaan: Kritik Terhadap Pemerintah Harus Berdasarkan Pemahaman yang Utuh

A

Asrori

Penulis

STISNU Nusantara Tangerang Tegaskan Sikap Kelembagaan: Kritik Terhadap Pemerintah Harus Berdasarkan Pemahaman yang Utuh

TANGERANG, 2 Juni 2026 – Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Keagamaan, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Dr. H. Mohamad Mahrusillah, M.A., mengingatkan mahasiswa dan aktivis agar mengedepankan sikap kritis yang berbasis ilmu pengetahuan dan pemahaman yang utuh dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah.

Menurutnya, tradisi kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan akademik dan demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan harus lahir dari kajian yang mendalam, pemahaman yang komprehensif, serta analisis yang objektif terhadap persoalan yang sedang dihadapi bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang ditujukan kepada mahasiswa dan para aktivis sebagai refleksi atas maraknya kritik terhadap pemerintah yang berkembang di ruang publik. Dalam pesannya, Dr. Mahrusillah menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang terlalu cepat memberikan penilaian tanpa memahami akar persoalan secara menyeluruh.

"Dalam menyikapi kritik-kritik terhadap pemerintah tentunya kita harus betul-betul melihat akar permasalahan, tidak hanya serampangan dalam mengkritik," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai insan akademik, mahasiswa dituntut untuk menjadikan nalar kritis sebagai instrumen pencarian kebenaran, bukan sekadar sarana meluapkan emosi atau mengikuti arus opini yang berkembang di media sosial. Karena itu, setiap kritik harus dibangun di atas data, fakta, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Pada kesempatan yang sama, doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga memberikan penegasan terkait adanya sejumlah mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi dengan membawa nama STISNU Nusantara Tangerang. Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan tindakan pribadi dan tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi institusi.

Ia menjelaskan bahwa STISNU Nusantara Tangerang tidak pernah mengeluarkan instruksi, kebijakan, ataupun arahan yang mendorong mahasiswa untuk melakukan aksi-aksi tertentu atas nama kampus, terlebih jika tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai akademik dan etika organisasi.

"Mengenai adanya mahasiswa STISNU Nusantara yang melakukan tindakan tersebut (demonstrasi), ini bukan tanggung jawab dari kami, karena secara institusi STISNU tidak pernah memerintahkan hal-hal yang demikian," katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa keterlibatan sebagian mahasiswa dalam aksi-aksi demonstrasi yang mengatasnamakan STISNU lebih banyak dipengaruhi oleh jaringan, kelompok, atau kepentingan eksternal yang berada di luar lingkungan kampus. Oleh sebab itu, tindakan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan kebijakan maupun sikap resmi lembaga.

"Itu tersirat dari perintah-perintah eksternal yang ada di luar STISNU. Maka apabila ada oknum-oknum yang mengatasnamakan STISNU di tengah kritik terhadap pemerintah yang tidak membangun, itu di luar dari tanggung jawab STISNU Nusantara," ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi yang bernaung di bawah tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama, STISNU Nusantara Tangerang senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Namun, keterlibatan tersebut harus diwujudkan melalui pendekatan yang konstruktif, santun, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

 

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!