STISNU Nusantara Tangerang Ambil Peran dalam Nation Leaders Roundtable 2026: Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Gerakan Kebangsaan
Asrori
Penulis
TANGERANG – STISNU Nusantara Tangerang memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi strategis lintas sektor melalui partisipasi Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, M.A.Hum., dalam forum Nation Leaders Roundtable & Launching Asesmen Nilai Kepemimpinan Pancasila (ANKP) yang mengusung tema “Pancasila Reboot: Dari Gagasan Menuju Gerakan.”
Kegiatan yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 15.00–18.00 WIB di Cisadane 3 & 4, Sutera Hall, Mall @ Alam Sutera, ini menjadi ruang dialog strategis bagi para pemimpin nasional, akademisi, tokoh agama, dan pemangku kepentingan untuk membahas aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam forum tersebut, Dr. H. Muhamad Qustulani, M.A.Hum. dipercaya menjadi salah satu Key Opinion Leaders, bersama Mayjen TNI Dr. Frega F. Wenas Inkiriwang, Ph.D., FHEA, Deputi Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional, serta Pdt. Johan Kristantara, M.Th., Kepala Bidang Keesaan dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Forum ini akan dimoderatori oleh Ary M. Wibowo, S.T., M.Th.
Partisipasi STISNU Nusantara Tangerang dalam forum ini merupakan bagian dari penguatan peran perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan, pusat pengembangan pemikiran, sekaligus agen perubahan sosial. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk kepemimpinan yang berintegritas, memiliki kesadaran kebangsaan, dan mampu menjawab tantangan masyarakat.
Keterlibatan dalam forum lintas sektor ini juga membuka ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring kelembagaan, serta penjajakan peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan kepemimpinan, moderasi kehidupan berbangsa, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi STISNU, nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi kuat dengan pengembangan pendidikan tinggi yang berlandaskan spiritualitas, kualitas, dan kearifan lokal (Spirituality, Quality, and Local Wisdom). Nilai keislaman yang moderat, semangat kebangsaan, serta penghargaan terhadap keberagaman merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkeadaban.
Mengangkat tema Pancasila Reboot: Dari Gagasan Menuju Gerakan, forum ini menegaskan pentingnya mentransformasikan Pancasila dari sekadar wacana normatif menjadi nilai yang hidup dalam praktik kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, pendidikan, dan kehidupan sosial.
STISNU Nusantara Tangerang memandang bahwa penguatan nilai kebangsaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Perguruan tinggi, organisasi keagamaan, pemerintah, dan komunitas sosial perlu membangun sinergi agar nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui program dan gerakan yang konkret.
Melalui partisipasi ini, STISNU Nusantara Tangerang menegaskan arah pengembangan kelembagaannya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, aktif dalam ruang-ruang strategis nasional, serta berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dosen STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Kompetensi Moderasi Beragama melalui ToT Kemenag RI 2026
28 Okt 2026
STISNU Nusantara Tangerang Utus Ketua LP3M dalam Rakor Penguatan Tata Kelola Litapdimas PTKIS
28 Okt 2026
Dari Akad Digital hingga Kemandirian Ekonomi: STISNU Nusantara Tangerang Ajak Santri Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026