Selamat! Dr. H. Muhammad Qustulani Kembali Terpilih Jadi Ketua STISNU Nusantara Periode 2026-2031
Fani
Penulis
TANGERANG — Sidang Senat Pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang periode 2026-2031 resmi menetapkan Dr. H. Muhammad Qustulani, M.A. sebagai ketua terpilih. Sidang senat tersebut diselenggarakan di Ruang Meeting STISNU Nusantara pada Selasa (26/5/2026) pagi.
Dengan hasil keputusan ini, pria yang akrab disapa Haji Fani tersebut dipastikan kembali memimpin kampus STISNU Nusantara untuk periode kedua setelah sebelumnya sukses menyelesaikan masa bakti pada periode 2021-2026.
Ketua Yayasan Benteng Nusantara Cendekia Nahdlatul Ulama (YBNC NU), KH Bunyamin Hafidz, menegaskan bahwa STISNU Nusantara saat ini sangat membutuhkan figur pemimpin yang memiliki integritas, ketulusan, serta dedikasi penuh terhadap organisasi Nahdlatul Ulama.
"STISNU Nusantara membutuhkan pimpinan yang siap berjuang dengan ikhlas, siap untuk mengabdi kepada NU, dan tidak capek untuk terus bergerak melakukan negosiasi ke sana kemari untuk kemajuan perguruan tinggi," ujar KH Bunyamin Hafidz dalam sambutannya seusai pemilihan.
Menurut Kiai Bunyamin, semua karakteristik pejuang tangguh tersebut saat ini melekat kuat pada diri Haji Fani. Oleh sebab itu, pihak yayasan menilai ritme pergerakan dan garis perjuangan yang telah dibangun pada periode pertama wajib dilanjutkan demi akselerasi institusi.
Pesan senada juga disampaikan oleh Penasehat Yayasan YBNC NU, KH Aliyudin Zein. Beliau yang turut hadir langsung dalam sidang senat tersebut mengingatkan pentingnya memupuk moralitas spiritual di lingkungan civitas akademika, terutama terkait keikhlasan.
KH Aliyudin Zein memberikan pesan agar semua pejabat dan pimpinan di STISNU Nusantara bisa menumbuhkan rasa keikhlasan dalam jiwanya saat mengabdi di kampus ini, walaupun dalam kadar yang sedikit. Beliau juga menambahkan bahwa keanekaragaman gagasan antarpimpinan merupakan hal yang wajar dalam ekosistem akademik.
"Walaupun setiap pimpinan memiliki pandangan yang berbeda, perbedaan itu jangan dijadikan sebagai halangan untuk berjuang bersama. Sehingga yang penting itu bersama dulu, sebelum bersatu," tegas KH Aliyudin Zein.
Laporan Capaian: Dari Digitalisasi hingga Ekspansi Beasiswa
Sebelum proses pemilihan berlangsung, Dr. H. Muhammad Qustulani terlebih dahulu menyampaikan laporan pertanggungjawaban masa jabatan 2021-2026 di hadapan pengurus yayasan dan seluruh anggota senat.
Dalam pemaparannya, Haji Fani menjabarkan sejumlah lompatan besar yang berhasil diraih STISNU Nusantara selama lima tahun terakhir, khususnya dalam perluasan akses akademik dan modernisasi sistem pembelajaran.
Haji Fani melaporkan bahwa STISNU Nusantara kini telah berhasil menambah tiga program studi (prodi) baru, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pemikiran Politik Islam (PPI), dan Manajemen Bisnis Syariah (MBS). Melalui ekspansi ini, STISNU Nusantara kini resmi mengelola lima program studi, melengkapi dua prodi yang sudah ada sebelumnya yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).
Selain perluasan prodi, di bawah kepemimpinannya, STISNU juga sukses melakukan migrasi besar-besaran dari sistem administrasi manual ke ekosistem digital. Kampus berhasil mengimplementasikan Sistem Informasi Akademik (Siakad) berkat kolaborasi strategis dengan Bank BJB Syariah (BJBS).
"Saat ini juga sedang dikembangkan Siakad mandiri oleh tim IT STISNU Nusantara yang diberi nama Siadit," ungkap Dr. Muhammad Qustulani saat menjabarkan inovasi teknologi penunjang perkuliahan.
Komitmen sosial kampus juga dibuktikan dengan penyediaan jejaring beasiswa yang masif bagi mahasiswa prasejahtera dan berprestasi. STISNU berhasil menggandeng berbagai mitra strategis, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, MUI Kota Tangerang, Baznas Kota Tangerang, Baznas Kabupaten Tangerang, hingga MUI Jakarta Barat.
Pekerjaan Rumah Periode Kedua
Meski menorehkan banyak prestasi, Haji Fani tidak menampik adanya beberapa target besar yang belum rampung dan akan menjadi fokus utamanya di periode kedua (2026-2031). Dua agenda krusial yang mendesak adalah perluasan infrastruktur fisik dan transformasi bentuk institusi.
Ia mengakui bahwa ke depan STISNU Nusantara sangat memerlukan sarana gedung perkuliahan yang lebih luas dan memadai untuk menampung pertumbuhan jumlah mahasiswa. Selain itu, agenda besar alih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut yang sempat tertunda akan kembali dikejar dan diakselerasi dalam waktu dekat.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!