Monitoring KKM STISNU Nusantara Tangerang, Pimpinan Kampus Pastikan Pengabdian Mahasiswa Hadir di Tengah Masyarakat
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG — Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bukan sekadar agenda akademik yang harus diselesaikan mahasiswa, melainkan ruang pembelajaran untuk mempertemukan ilmu yang diperoleh di kampus dengan realitas kehidupan masyarakat. Semangat itulah yang menjadi perhatian pimpinan STISNU Nusantara Tangerang saat melakukan monitoring pelaksanaan KKM di sejumlah lokasi pengabdian mahasiswa di Kabupaten Tangerang.
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan STISNU Nusantara Tangerang, Bapak Ecep Ishak Fariduddin, MA., didampingi Ketua Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM), Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Direktur Humas, melakukan monitoring ke tiga lokasi KKM, yakni Desa Kadu, Kecamatan Curug; Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya; dan Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk melihat secara langsung dinamika pelaksanaan KKM sekaligus bersilaturahmi dengan mahasiswa. Dalam kunjungan tersebut, tim monitoring berdialog dengan mahasiswa mengenai berbagai program yang telah dilaksanakan, perkembangan kegiatan di lapangan, keterlibatan masyarakat, serta berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan program.
KKM STISNU Nusantara Tangerang sendiri dilaksanakan mulai 1 Agustus 2026 hingga 31 Agustus 2026. Selama satu bulan, mahasiswa ditempatkan di sejumlah wilayah untuk menjalankan berbagai kegiatan yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, serta penguatan potensi lokal.
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan STISNU Nusantara Tangerang menegaskan bahwa hakikat KKM bukanlah sekadar menjalankan program kerja atau memenuhi kewajiban akademik.
“Hakikat KKM adalah belajar bersama masyarakat. Mahasiswa datang bukan sebagai orang yang merasa paling tahu, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut belajar, mendengar, membaca persoalan, kemudian bersama-sama mencari jalan keluarnya. Karena itu, keberhasilan KKM tidak hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat dan meninggalkan sesuatu yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman selama KKM akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika kembali ke lingkungan akademik. Mahasiswa diharapkan mampu membawa pengalaman lapangan tersebut ke dalam proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melihat KKM sebagai akhir dari rangkaian perjalanan akademik. Setelah KKM selesai, masih terdapat sejumlah agenda akademik yang harus dipersiapkan secara serius.
“Saya juga mengingatkan mahasiswa, setelah KKM ini masih ada perjalanan akademik yang cukup panjang. Ada Ujian Komprehensif, Seminar Proposal, kemudian proses penelitian dan penulisan skripsi. Karena itu, pengalaman selama KKM harus menjadi modal untuk memasuki tahapan-tahapan tersebut. Jangan sampai setelah KKM selesai justru kehilangan arah,” katanya.
Ia berharap mahasiswa dapat menyelesaikan KKM dengan baik sekaligus menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.
“Jaga sikap, jaga komunikasi, dan bangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Ingat bahwa ketika berada di lokasi KKM, mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama STISNU Nusantara Tangerang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LPPPM STISNU Nusantara Tangerang, menekankan bahwa hasil pelaksanaan KKM tidak semestinya berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian. Setiap proses dan pengalaman yang diperoleh di lapangan perlu didokumentasikan dan diolah menjadi pengetahuan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
Ia mengingatkan mahasiswa agar mulai mempersiapkan laporan hasil kegiatan KKM dalam bentuk publikasi karya ilmiah pada jurnal.
“KKM jangan berhenti pada laporan administratif. Apa yang mahasiswa temukan di lapangan, persoalan masyarakat yang diidentifikasi, program yang dilakukan, serta perubahan atau dampak yang muncul merupakan pengetahuan yang sangat berharga. Karena itu, kami mendorong hasil KKM tidak hanya dibuat menjadi laporan, tetapi dikembangkan menjadi karya ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal,” ungkapnya.
Menurutnya, publikasi hasil KKM menjadi salah satu cara untuk memastikan bahwa pengalaman pengabdian mahasiswa dapat terdokumentasi secara akademik sekaligus menjadi referensi bagi kegiatan pengabdian berikutnya.
“Mahasiswa harus mulai belajar bahwa pengabdian dan penelitian memiliki hubungan yang sangat erat. Apa yang ditemukan di masyarakat dapat menjadi bahan penelitian, dan hasil penelitian pada akhirnya dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Monitoring tersebut juga menjadi momentum bagi pimpinan kampus untuk memberikan penguatan kepada mahasiswa agar tetap menjaga semangat hingga seluruh rangkaian KKM berakhir. Mahasiswa diminta untuk terus membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat serta memastikan program yang telah dirancang dapat berjalan secara optimal.
Bagi STISNU Nusantara Tangerang, KKM merupakan bagian penting dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan dan persoalan nyata masyarakat. Melalui kegiatan monitoring ini, kampus tidak hanya ingin memastikan program berjalan sesuai rencana, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran mahasiswa benar-benar menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, KKM bukan tentang seberapa lama mahasiswa tinggal di desa, seberapa banyak kegiatan yang diselenggarakan, atau seberapa tebal laporan yang dihasilkan. Lebih dari itu, KKM adalah tentang apa yang dipelajari mahasiswa dari masyarakat dan apa yang dapat mereka tinggalkan sebagai jejak kebaikan sebelum kembali ke kampus.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dari Masjid Tangerang hingga Masjidil Haram, Kisah Umaedi Menjalankan KKM di Tanah Suci
26 Agt 2026
Sidang Senat Tertutup Yudisium ke-10 STISNU Nusantara Tangerang, Teguhkan Komitmen Lulusan untuk Mengabdi kepada Masyarakat
23 Agt 2026
Lawan Rentenir dan Bank Emok, Mahasiswa KKM STISNU Gandeng OJK, MES, LKM, dan LKBH
22 Agt 2026