Mahasiswa PKU MUI–BAZNAS Siap Turun ke 800 Masjid: STISNU, MUI, dan BAZNAS Satukan Langkah Perkuat Data Keumatan Kota Tangerang
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG – Sebanyak 40 mahasiswa Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) Beasiswa MUI–BAZNAS mengikuti kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan pada Selasa (4/8/2026) pukul 13.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung MUI Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai agen pengabdian masyarakat yang akan mengintegrasikan dakwah, digitalisasi data keagamaan, serta penguatan tata kelola masjid di Kota Tangerang.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khatib, MA., yang sekaligus melepas peserta KKM untuk melaksanakan pengabdian di lapangan. Kegiatan Pembekalan KKM mahasiswa PKU dipandu oleh Bapak Muflih Adi Laksono, MA. selaku perwakilan LP2KU MUI Kota Tangerang yang menjelaskan arah kebijakan serta target besar yang harus dicapai para mahasiswa selama pelaksanaan KKM.
Dalam arahannya, Bapak Muflih memetakan tiga mandat utama yang menjadi tanggung jawab mahasiswa PKU selama menjalankan KKM. Pertama, mahasiswa akan mendukung program BAZNAS Kota Tangerang melalui pemasangan dan aktivasi Aplikasi MENARA pada sedikitnya 200 masjid sebagai bagian dari pendataan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) secara digital. Kedua, bersama LP2KU MUI Kota Tangerang, mahasiswa akan melakukan pendataan terhadap sekitar 800 masjid di seluruh Kota Tangerang untuk memverifikasi status kepemilikan tanah masjid, mengidentifikasi legalitas aset wakaf, serta mendorong percepatan proses sertifikasi tanah wakaf. Ketiga, kepada STISNU Nusantara Tangerang, mahasiswa diwajibkan mendokumentasikan seluruh proses pengabdian tersebut dalam bentuk artikel ilmiah yang akan dipublikasikan sebagai luaran akademik KKM.
Ketiga target tersebut menunjukkan bahwa KKM mahasiswa PKU STISNU Nusantara Tangerang tidak lagi sebatas kegiatan pengabdian konvensional, melainkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, ulama, dan lembaga pengelola zakat dalam membangun basis data keumatan yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan. Apalagi kegiatan KKM ini didukung beberapa lembaga strategis lain seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dewan Masjis Indoneia (DMI), dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Pembekalan peserta dibagi ke dalam tiga sesi materi utama yang saling melengkapi.
Materi pertama disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STISNU Nusantara Tangerang, Bapak Asrori, MA., yang membahas penyusunan laporan hasil KKM dalam bentuk jurnal ilmiah. Pada sesi ini mahasiswa dibimbing mengenai teknik penulisan artikel ilmiah berbasis kegiatan pengabdian, mulai dari penyusunan sistematika jurnal, teknik dokumentasi kegiatan lapangan, metode penyajian data hasil observasi, hingga penyusunan laporan yang memenuhi standar akademik dan ketentuan pelaksanaan KKM.
Materi kedua disampaikan oleh Direktur LP2KU MUI Kota Tangerang, Bapak Dr. Sholeh Hapudin, mengenai Peta Dakwah MUI dan Pendataan Masjid. Ia menjelaskan pentingnya pemetaan masjid sebagai basis penyusunan program pembinaan umat. Mahasiswa juga dibekali teknik pendataan lapangan, mekanisme verifikasi data masjid, identifikasi status tanah wakaf, hingga strategi membangun basis data masjid yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan dakwah dan pelayanan umat di masa mendatang.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Komisioner BAZNAS Kota Tangerang, Bapak Dani Saragih, yang memperkenalkan Aplikasi MENARA sebagai instrumen digital dalam pengelolaan data masjid dan Unit Pengumpul Zakat. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai proses registrasi, tata cara penggunaan aplikasi, mekanisme penginputan data, hingga praktik langsung pengisian informasi masjid yang nantinya akan diterapkan selama pelaksanaan KKM di lapangan.
Ketua MUI Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khatib, MA., menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa PKU merupakan bagian dari proses pembentukan ulama yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pelayanan umat.
"Hari ini seorang kader ulama tidak cukup hanya memahami ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Pendataan masjid, sertifikasi tanah wakaf, digitalisasi UPZ melalui Aplikasi MENARA, hingga publikasi ilmiah merupakan bentuk nyata bagaimana ilmu agama bertemu dengan kebutuhan umat. Saya berharap mahasiswa PKU menjadi pelopor lahirnya tata kelola masjid yang semakin profesional dan akuntabel," ucapnya menegaskan.
Sementara itu, Muflih Adi Laksono, MA., menjelaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini merupakan model pengabdian yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan ekosistem keagamaan di Kota Tangerang.
"Mahasiswa PKU tidak sekadar melaksanakan KKM, tetapi menjalankan amanah strategis dari tiga institusi sekaligus. Mereka menjadi bagian dari upaya membangun basis data masjid, memperkuat legalitas aset wakaf, mengoptimalkan pendataan UPZ, sekaligus menghasilkan karya ilmiah. Ini adalah model KKM yang berbasis kolaborasi, berbasis data, dan memiliki manfaat jangka panjang," ucapnya.

Direktur LP2KU MUI Kota Tangerang, Dr. Sholeh, menilai bahwa pendataan masjid merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembinaan umat.
"Selama ini banyak data masjid yang belum terdokumentasi secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan status tanah wakaf dan legalitas asetnya. Melalui keterlibatan mahasiswa PKU, kami berharap lahir database masjid yang lebih akurat sehingga MUI dapat menyusun program pembinaan secara lebih terarah dan berbasis kebutuhan riil masyarakat," ujarnya.
Komisioner BAZNAS Kota Tangerang, Deni Saragi, menjelaskan bahwa implementasi Aplikasi MENARA akan memperkuat sistem pengelolaan zakat berbasis digital.
"Digitalisasi merupakan kebutuhan pengelolaan zakat saat ini. Kehadiran mahasiswa menjadi sangat penting untuk membantu proses instalasi, pendampingan, dan penginputan data di masjid-masjid sehingga UPZ memiliki sistem administrasi yang lebih tertib, transparan, dan mudah diakses,"terangnya.
Sementara itu, Ketua LPPM STISNU Nusantara Tangerang menegaskan bahwa setiap aktivitas pengabdian mahasiswa harus memiliki luaran akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"KKM bukan hanya menghasilkan dokumentasi kegiatan, tetapi juga menghasilkan pengetahuan baru dari pengalaman di lapangan. Karena itu setiap mahasiswa kami dorong menyusun artikel ilmiah yang mampu menggambarkan praktik baik, tantangan, serta rekomendasi penguatan tata kelola masjid, zakat, dan wakaf. Dengan demikian, pengabdian masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan sosial, tetapi berkembang menjadi kontribusi akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas," jelasnya.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa PKU MUI–BAZNAS diharapkan mampu menjalankan pengabdian secara profesional dengan mengintegrasikan kompetensi akademik, kemampuan dakwah, literasi digital, serta penguatan tata kelola kelembagaan Islam. Sinergi antara STISNU Nusantara Tangerang, MUI Kota Tangerang, LP2KU, dan BAZNAS Kota Tangerang diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu mempercepat transformasi layanan keumatan berbasis data sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Mahasiswa KKM STISNU Nusantara Tangerang Resmi Mengabdi di Desa Kadu, Usung Gerakan Peduli Lingkungan Berbasis Masyarakat
4 Agt 2026
STISNU, MUI, dan BAZNAS Kota Tangerang Kolaborasi KKM untuk Peta Dakwah, Pendataan Wakaf, dan Penguatan UPZ Masjid
3 Agt 2026
STISNU Nusantara Tangerang dan Enam Lembaga Strategis Rancang KKM Integratif PKU: Sinergi Pengabdian untuk Penguatan Tata Kelola Umat
3 Agt 2026