Lewati ke konten utama
Umum 9 Agustus 2026 · 66 dibaca

Edukasi Stop Bullying KKM STISNU Nusantara Tangerang Tanamkan Karakter Saling Menghargai kepada Siswa SD di Desa Kubang

A

Asrori

Penulis

Edukasi Stop Bullying KKM STISNU Nusantara Tangerang Tanamkan Karakter Saling Menghargai kepada Siswa SD di Desa Kubang

KOTA TANGERANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STISNU Nusantara Tangerang menggelar kegiatan bertema “Edukasi Stop Bullying: Menjadi Teman yang Baik, Saling Menghargai, dan Berani Berkata Tidak pada Perundungan” di dua sekolah dasar di Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, yakni SDIT Raudhah dan SDN Kubang 1, pada Jumat (07/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian, empati, dan saling menghormati kepada peserta didik sejak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKM berupaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta terbebas dari segala bentuk perundungan. Edukasi ini juga menjadi langkah preventif agar anak-anak mampu mengenali perilaku bullying, memahami dampaknya, serta mengetahui cara menyikapinya dengan benar.

Penyampaian materi di SDIT Raudhah dilakukan oleh Abdurrofi Arrobi'i, Muhamad Nasirul Haq, Adnan Cahyadi, dan Siti Koriah. Sementara itu, kegiatan di SDN Kubang 1 dipandu oleh Ibnu Afan Dunnurein, Najwa Shafa Caroline, Annisa Rosida, Muhamad Fahri Ardiansyah, dan Zacky Sajidin.

Materi edukasi diawali dengan pengenalan mengenai pengertian bullying beserta berbagai bentuknya, mulai dari bullying verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying. Para pemateri menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain, baik melalui ucapan, tindakan fisik, pengucilan, maupun media digital. Seluruh materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan usia peserta sehingga mudah dipahami oleh siswa.

Dalam penyampaian materinya, Abdurrofi Arrobi'i menegaskan bahwa pemahaman mengenai bullying harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak mampu membedakan antara candaan yang wajar dengan tindakan perundungan. Menurutnya, masih banyak perilaku mengejek atau memberi julukan kepada teman yang dianggap sebagai hal biasa, padahal tindakan tersebut dapat meninggalkan luka batin dan memengaruhi rasa percaya diri seseorang.

"Bullying bukan hanya tindakan memukul atau menyakiti secara fisik. Mengejek, merendahkan, mengucilkan teman, bahkan melakukan perundungan melalui media sosial juga termasuk bullying. Karena itu, kita harus membiasakan diri menghargai setiap teman tanpa membeda-bedakan siapa pun," ungkap Abdurrofi Arrobi'i.

Selain menjelaskan bentuk-bentuk bullying, para siswa juga diajak memahami dampak yang ditimbulkan akibat perilaku tersebut. Bullying tidak hanya menyebabkan rasa sakit secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan ketakutan, kesedihan, hilangnya kepercayaan diri, hingga membuat korban merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama menciptakan suasana belajar yang aman, ramah, dan saling menghargai.

Pada sesi berikutnya, siswa diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban maupun ketika menyaksikan tindakan bullying. Mereka diajak untuk tidak membalas dengan kekerasan, berani mengatakan bahwa tindakan tersebut salah, segera mencari tempat yang aman, serta melaporkan kejadian kepada guru atau orang tua agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Muhamad Nasirul Haq menambahkan bahwa menghentikan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh siswa. Ia mengajak peserta untuk berani menunjukkan kepedulian terhadap teman yang menjadi korban dan tidak membiarkan tindakan perundungan terjadi begitu saja.

"Ketika melihat teman menjadi korban bullying, jangan hanya diam atau ikut menertawakannya. Dampingi teman tersebut, berikan semangat, kemudian laporkan kepada guru agar masalah dapat segera diselesaikan. Keberanian untuk peduli kepada sesama merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki setiap siswa," ujar Muhamad Nasirul Haq.

Di SDN Kubang 1, Ibnu Afan Dunnurein juga mengingatkan pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan apabila seluruh warga sekolah memiliki kepedulian terhadap sesama dan menjauhi segala bentuk tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

"Sekolah akan menjadi tempat yang nyaman apabila kita saling menghormati, saling membantu, dan berani mengatakan tidak terhadap bullying. Jadilah teman yang membawa kebahagiaan bagi orang lain, bukan menjadi penyebab kesedihan bagi teman sendiri," tutur Ibnu Afan Dunnurein.

Agar penyampaian materi lebih menarik, kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab, permainan edukatif, kuis sederhana, dan ice breaking yang mengajak siswa membedakan contoh perilaku yang termasuk bullying maupun yang bukan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKM.

Sebagai penutup, seluruh siswa bersama-sama mengucapkan ikrar anti bullying sebagai bentuk komitmen untuk menjadi pribadi yang saling menghargai, tidak mengejek ataupun menyakiti teman, serta berani membantu apabila melihat tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekolah. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKM STISNU Nusantara Tangerang berharap nilai-nilai empati, kepedulian, dan toleransi dapat tumbuh dalam diri setiap peserta didik. Besar harapan agar pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang lebih ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!