Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKM STISNU Nusantara Dampingi Posyandu Anggrek 4 di Desa Kadu
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG – Upaya pencegahan stunting dan penguatan kesehatan anak terus dilakukan melalui kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, dan berbagai elemen pendidikan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Posyandu Anggrek 4 yang berlangsung di RT 04/RW 01, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Minggu, 9 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM bersama para kader Posyandu turut membantu pelayanan kepada balita, termasuk dalam pembagian Vitamin A dan obat cacing. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Ketua PKK Posyandu Anggrek 4, Ibu Endang, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKM STISNU Nusantara dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan dukungan tambahan bagi para kader dalam melayani masyarakat, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.
“Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKM. Mereka ikut membantu kegiatan Posyandu dan memberikan dukungan kepada para kader dalam melayani masyarakat,” ujar Ibu Endang.
Lebih dari sekadar pelayanan rutin, kegiatan Posyandu menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya mendeteksi dan mencegah persoalan gizi pada anak, termasuk stunting. Pemantauan pertumbuhan balita secara berkala memungkinkan kondisi kesehatan dan perkembangan anak diketahui sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan masalah.

Menurut Ibu Endang, kegiatan Posyandu di wilayah tersebut dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda dan masing-masing berlangsung satu kali setiap bulan. Selain pemantauan kesehatan balita, kegiatan juga diarahkan untuk mendukung pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, termasuk makanan tambahan yang diperuntukkan bagi anak yang mengalami persoalan pertumbuhan.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Posyandu memiliki peran strategis karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak, tetapi juga berhubungan dengan pola asuh, kecukupan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pengetahuan keluarga mengenai kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan.
Keterlibatan mahasiswa KKM STISNU Nusantara diharapkan tidak berhenti pada bantuan teknis selama kegiatan Posyandu. Kehadiran mereka juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting sejak masa awal kehidupan.
Divisi Humas KKM STISNU Nusantara Kelompok 3, Mardotillah Sahibatu Mabruroh, menyampaikan apresiasi kepada para kader PKK dan masyarakat yang telah menerima serta menyambut mahasiswa dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para ibu kader PKK yang telah menerima dan menyambut kami dengan sangat baik. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kadu, khususnya di wilayah RW 01,” ungkapnya.
Menurut Mardotillah, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di luar kampus. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami persoalan masyarakat secara akademik, tetapi juga belajar mengambil bagian dalam menemukan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Melalui kegiatan Posyandu, mahasiswa KKM STISNU Nusantara dapat melihat secara langsung bahwa pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama. Kader Posyandu, keluarga, masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi memiliki peran yang saling melengkapi.
Dengan demikian, Posyandu tidak sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan bulanan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, kesehatan anak, serta tumbuh kembang balita.
Kehadiran mahasiswa KKM STISNU Nusantara di Posyandu Anggrek 4 menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari persoalan-persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari meja Posyandu, dari pemantauan pertumbuhan seorang anak, dan dari kepedulian terhadap asupan gizi keluarga, upaya membangun generasi yang sehat dapat dimulai.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dari Evaluasi AMI Menuju Aksi Strategis, STISNU Nusantara Tangerang Mantapkan Langkah 2026/2027
8 Agt 2026
Mahasiswa PKU MUI–BAZNAS Siap Turun ke 800 Masjid: STISNU, MUI, dan BAZNAS Satukan Langkah Perkuat Data Keumatan Kota Tangerang
4 Agt 2026
Mahasiswa KKM STISNU Nusantara Tangerang Resmi Mengabdi di Desa Kadu, Usung Gerakan Peduli Lingkungan Berbasis Masyarakat
4 Agt 2026