Lewati ke konten utama
Umum 8 Agustus 2026 · 16 dibaca

Dari Evaluasi AMI Menuju Aksi Strategis, STISNU Nusantara Tangerang Mantapkan Langkah 2026/2027

A

Asrori

Penulis

Dari Evaluasi AMI Menuju Aksi Strategis, STISNU Nusantara Tangerang Mantapkan Langkah 2026/2027

KOTA TANGERANG – Bukan sekadar agenda tahunan, Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2026/2027 menjadi momentum penting bagi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang untuk mengevaluasi capaian, membenahi kekurangan, sekaligus menyusun langkah strategis menuju institusi yang semakin bermutu dan berdaya saing.

Raker dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Meeting STISNU Nusantara Tangerang. Kegiatan diikuti oleh unsur yayasan, pimpinan, lembaga, program studi, dan unit kerja di lingkungan STISNU Nusantara Tangerang.

Dengan semangat evaluasi, konsolidasi, dan transformasi kelembagaan, Raker kali ini mengusung tema “Transformasi Menuju Institusi: Penguatan Mutu SDM dan Sistem Akademik yang Berdaya saing”, membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fondasi penyelenggaraan institusi pada Tahun Akademik 2026/2027.

Lima agenda utama menjadi fokus pembahasan, yaitu evaluasi hasil Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025/2026, penyusunan program kerja Tahun Akademik 2026/2027, penyusunan dan penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU), penataan dan finalisasi struktur organisasi internal STISNU, serta penyampaian masukan dan diskusi dari unit kerja dan program studi.

Raker diawali dengan sambutan Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhammad Qustulani, MA.Hum., dan dilanjutkan sambutan dari perwakilan Yayasan, Dr. H. Bahruddin, M.Si. Agenda kemudian memasuki sesi pemaparan hasil Audit Mutu Internal (AMI) oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dul Jalil, M.Ag.

Pemaparan hasil AMI menjadi bagian penting karena evaluasi tersebut menjadi salah satu pijakan dalam menentukan arah program kerja STISNU untuk satu tahun akademik mendatang. Karena itu, Ketua STISNU Nusantara Tangerang menegaskan bahwa hasil AMI harus ditempatkan sebagai instrumen perbaikan, bukan sekadar dokumen administratif.

“Kita tidak ingin AMI berhenti sebagai laporan. Hasil AMI harus menjadi cermin bagi institusi untuk melihat apa yang sudah baik, apa yang masih harus diperbaiki, dan apa yang harus kita lakukan secara konkret ke depan. Karena itu, Raker ini harus menghasilkan program yang terukur dan benar-benar menjawab kebutuhan institusi,” tegas Ketua STISNU.

Menurutnya, peningkatan mutu perguruan tinggi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur organisasi.

“Mutu tidak lahir dari satu lembaga atau satu orang. Mutu adalah hasil kerja bersama. Setiap unit, setiap program studi, dan setiap unsur pimpinan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa apa yang kita kerjakan memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan STISNU,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa budaya mutu harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari, bukan hanya muncul ketika institusi menghadapi proses evaluasi atau akreditasi.

Sementara itu, Dr. H. Bahruddin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Raker sebagai ruang konsolidasi antara unsur pimpinan, lembaga, program studi, dan unit kerja lain. Menurutnya, perguruan tinggi menghadapi tantangan yang semakin dinamis sehingga membutuhkan kemampuan organisasi untuk bergerak secara terarah, adaptif, dan terukur.

“Raker ini harus menjadi forum untuk menyatukan langkah. Program kerja yang disusun jangan hanya banyak secara jumlah, tetapi harus jelas tujuan, target, indikator, penanggung jawab, dan hasil yang ingin dicapai. Dengan demikian, setiap program dapat dievaluasi dan dipertanggungjawabkan,” ungkap perwakilan Yayasan.

Yayasan juga menekankan pentingnya penataan kelembagaan sebagai bagian dari penguatan institusi.

“Kita ingin STISNU semakin tertata. Struktur organisasi harus jelas, pembagian tugas harus jelas, dan koordinasi harus berjalan baik. Dengan organisasi yang sehat, kita akan lebih mudah meningkatkan kualitas akademik, pelayanan kepada mahasiswa, maupun pengembangan institusi,” tambahnya.

Setelah pemaparan hasil AMI, Raker dilanjutkan melalui sidang komisi. Pembagian forum ke dalam beberapa komisi dimaksudkan agar pembahasan program kerja dapat dilakukan secara lebih fokus dan mendalam sesuai bidang serta tanggung jawab masing-masing unit.

Dalam sidang komisi, peserta membahas berbagai usulan program kerja, target capaian, kebutuhan pengembangan unit, serta indikator keberhasilan yang akan menjadi dasar pelaksanaan program Tahun Akademik 2026/2027.

Salah satu agenda penting adalah penyusunan dan penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mengukur keberhasilan program secara lebih objektif sehingga kinerja institusi tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari hasil dan dampak yang dihasilkan.

Dengan pendekatan tersebut, setiap unit kerja didorong untuk menyusun program yang memiliki keterkaitan langsung dengan target strategis institusi.

Setelah sidang komisi, seluruh peserta mengikuti sidang pleno untuk mempresentasikan hasil pembahasan masing-masing komisi. Hasil tersebut kemudian dibahas bersama untuk memperoleh kesepakatan dan menjadi bagian dari keputusan Raker Tahun Akademik 2026/2027.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!