Lewati ke konten utama
Umum 10 Agustus 2026 · 46 dibaca

Dari Sampah Dapur Menjadi Pupuk: KKM STISNU Nusantara Kenalkan Bank Sampah kepada Pemuda Desa Kadu

A

Asrori

Penulis

Dari Sampah Dapur Menjadi Pupuk: KKM STISNU Nusantara  Kenalkan Bank Sampah kepada Pemuda Desa Kadu

KOTA TANGERANG – Sampah rumah tangga masih menjadi salah satu persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, bagi mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STISNU Nusantara Tangerang Kelompok 3, sampah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah. Melalui program Bank Sampah, mahasiswa berupaya mengajak masyarakat RT 02 RW 01, Desa Kadu, untuk melihat sampah rumah tangga sebagai sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan.

Gagasan tersebut diperkenalkan mahasiswa dalam kegiatan rapat kepanitiaan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bersama para pemuda RT 02 RW 01, Desa Kadu, pada Minggu (9/8/2026). Selain ikut terlibat dalam persiapan kegiatan Agustusan, mahasiswa memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan sejumlah program kerja KKM, khususnya program Bank Sampah yang direncanakan akan dilaksanakan di lingkungan masyarakat.

Kehadiran mahasiswa dalam rapat kepemudaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi sejak awal pelaksanaan KKM. Mahasiswa tidak hanya datang membawa program, tetapi juga berusaha memahami kebutuhan dan potensi yang ada di lingkungan warga.

Salah satu program yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut adalah Bank Sampah. Program ini diarahkan pada pemanfaatan dan pengolahan kembali sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang berasal dari dapur, seperti sisa sayuran dan buah-buahan.

Saat program tersebut diperkenalkan, Asep, Sekretaris Kepemudaan RT 02 RW 01, menanyakan secara langsung konsep Bank Sampah yang akan dilaksanakan mahasiswa. Pertanyaan tersebut kemudian dijelaskan oleh Ridwan Al-Gifari, Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) KKM STISNU Nusantara Kelompok 3.

Ridwan menjelaskan bahwa program Bank Sampah yang dirancang kelompoknya tidak hanya berorientasi pada pengumpulan sampah, tetapi juga pada pemanfaatan sampah organik agar memiliki nilai guna bagi masyarakat.

“Sampah organik dari dapur nantinya akan dimanfaatkan untuk diolah menjadi kompos dan pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman masyarakat setempat,” jelas Ridwan.

Menurutnya, melalui pengolahan tersebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dikembalikan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sisa sayuran dan buah-buahan dari aktivitas rumah tangga, misalnya, dapat dikumpulkan dan diolah menjadi bahan kompos maupun pupuk untuk tanaman warga.

Dengan pendekatan tersebut, program Bank Sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan sampah, tetapi mampu membangun kebiasaan baru dalam memperlakukan sampah sejak dari rumah.

Mahasiswa KKM STISNU Nusantara Kelompok 3 melihat bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung. Karena itu, program Bank Sampah dirancang untuk mendorong warga agar mulai mengenali jenis sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari dan memahami bahwa sebagian sampah tersebut masih dapat dimanfaatkan.

Sampah organik dari dapur menjadi salah satu fokus karena keberadaannya sangat dekat dengan kehidupan rumah tangga. Sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya tidak harus seluruhnya dibuang begitu saja. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tersebut dapat menjadi bahan yang berguna bagi tanaman dan lingkungan sekitar.

Program ini sekaligus diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari setiap rumah. Dengan demikian, Bank Sampah diharapkan menjadi pintu masuk bagi terciptanya budaya memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah di lingkungan masyarakat RT 02 RW 01.

Pemuda Menjadi Mitra Strategis

Keterlibatan mahasiswa dalam rapat kepanitiaan peringatan Hari Kemerdekaan juga menjadi momentum untuk membangun kerja sama dengan kelompok pemuda. Asep, selaku Sekretaris Kepemudaan RT 02 RW 01, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM dan keterlibatan mereka dalam kepanitiaan kegiatan Agustusan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan tambahan tenaga sekaligus ide dalam mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM. Mereka bisa ikut membantu kegiatan kepemudaan sekaligus membawa program yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan selama KKM berlangsung,” ujar Asep.

Sementara itu, Ketua KKM STISNU Nusantara Kelompok 3, Mohammad Fahri Zaki Murtadoh, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya para pemuda RT 02 RW 01, yang telah menerima mahasiswa dan membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan.

Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi selama pelaksanaan KKM, tetapi juga dapat meninggalkan gagasan dan kebiasaan positif yang bisa dilanjutkan oleh masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada para pemuda dan masyarakat RT 02 RW 01 yang telah menerima kami dengan baik. Kami berharap dapat berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, termasuk program Bank Sampah. Kami ingin program yang kami bawa tidak hanya selesai ketika KKM berakhir, tetapi bisa dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat,” tutur Fahri.

 

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!