Lewati ke konten utama
Umum 8 Agustus 2026 · 31 dibaca

Di Tengah Pengajian Warga, Mahasiswa KKM STISNU Nusantara Kenalkan Lima Program Unggulan di Desa Kadu

A

Asrori

Penulis

Di Tengah Pengajian Warga, Mahasiswa KKM STISNU Nusantara Kenalkan Lima Program Unggulan di Desa Kadu

KOTA TANGERANG – Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dimulai dari ruang pertemuan formal. Di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang Kelompok 3 memilih hadir di tengah kehidupan warga melalui pengajian rutin masyarakat di RT 02 RW 01, Desa Kadu, yang dilaksanakan pada Jum’at, 7 Agustus 2026 lalu.

Momentum tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus mensosialisasikan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKM. Sebanyak lima program unggulan diperkenalkan kepada masyarakat, di antaranya Bank Sampah, Posko Bantuan Hukum, Les Calistung, Seminar Investasi, serta kegiatan peringatan 17 Agustus.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi, menyerap aspirasi, serta memperoleh dukungan masyarakat terhadap berbagai program yang telah dirancang.

Ketua KKM STISNU Nusantara Kelompok 3, Mohamad Fahri Zaki Murtadoh, menjelaskan bahwa lima program tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Program Bank Sampah diarahkan untuk membangun kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong lingkungan yang lebih bersih dan produktif. Sementara Posko Hukum dihadirkan sebagai ruang edukasi dan konsultasi awal bagi masyarakat mengenai persoalan-persoalan hukum yang mereka hadapi.

Di bidang pendidikan, mahasiswa menyiapkan program Les Calistung bagi anak-anak sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Adapun Seminar Investasi diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan dan investasi yang aman serta bertanggung jawab.

Sementara itu, kegiatan 17 Agustus dirancang sebagai sarana memperkuat kebersamaan, nasionalisme, dan semangat gotong royong masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan warga dan mahasiswa.

“Kami sengaja menyusun program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh beberapa aspek kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan, pendidikan, hukum, literasi ekonomi, hingga kebersamaan sosial. Tentu kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar program-program ini benar-benar memberikan manfaat,” ujar Fahri.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan masukan selama pelaksanaan program sehingga kegiatan KKM tidak berjalan satu arah, melainkan menjadi proses kolaborasi antara mahasiswa dan warga.

“Kami datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar bersama masyarakat. Karena itu, kami sangat terbuka terhadap arahan, kritik, dan masukan dari para tokoh masyarakat maupun warga RT 02 RW 01,” tambahnya.

Rencana kegiatan mahasiswa mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Ketua RT 02 RW 01 menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM STISNU Nusantara dan menyambut baik program-program yang telah diperkenalkan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan energi baru sekaligus membuka ruang kerja sama dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM di lingkungan kami. Mudah-mudahan program yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang paling penting adalah komunikasi antara mahasiswa dan warga terus dijaga agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar,” ungkapnya.

Dukungan serupa disampaikan H. Sarbini, tokoh masyarakat sekaligus Ketua DKM Mushola Nurul Amin. Ia menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan kesempatan yang baik untuk membangun hubungan antara dunia kampus dan kehidupan warga.

Namun, H. Sarbini berpesan agar mahasiswa tetap mengedepankan etika dan adab dalam menjalankan seluruh program KKM.

“Mahasiswa sudah datang ke lingkungan masyarakat. Karena itu, yang paling penting adalah menjaga adab, sopan santun, dan komunikasi. Hormati masyarakat, dengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan jangan sungkan untuk berbaur dengan warga,” pesannya.

Menurut H. Sarbini, keberhasilan KKM tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh sejauh mana mahasiswa mampu membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat.

“Kalau komunikasi baik, insyaallah program apa pun akan lebih mudah diterima. Masyarakat juga akan merasa bahwa mahasiswa bukan orang luar, tetapi bagian dari lingkungan yang sedang bersama-sama melakukan kebaikan,” tambahnya.

Sosialisasi program kerja yang dilakukan bersamaan dengan pengajian warga menjadi langkah awal bagi KKM STISNU Nusantara Kelompok 3 untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat Desa Kadu.

Dari pengajian warga di sebuah lingkungan kecil di Desa Kadu, lima program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya kolaborasi yang lebih luas, sebuah pengabdian yang tidak hanya selesai ketika masa KKM berakhir, tetapi meninggalkan pengetahuan, kebiasaan baik, dan semangat kebersamaan yang dapat terus dirawat oleh masyarakat.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!