STISNU–SABURMUSI Buka Peluang Kuliah Magang dan Kerja ke Jepang, Eropa hingga Timur Tengah
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG — Kerja sama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang dengan Suara Migran Nusantara (SABURMUSI) membuka peluang baru bagi mahasiswa dan warga Nahdlatul Ulama untuk mengembangkan kompetensi sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui akses magang dan pekerjaan di luar negeri.
Ketua Umum Suara Migran Nusantara SABURMUSI, Ali Nurdin, mengatakan bahwa kerja sama yang terjalin pada Kamis, 24 September 2026 tersebut diharapkan dapat menjadi pintu bagi warga Nahdlatul Ulama, khususnya mahasiswa STISNU, untuk memperoleh kesempatan kerja dan pengalaman internasional.
“Kami ingin membuka peluang kesejahteraan bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat. Mereka bisa mengembangkan diri, mengadu nasib untuk meningkatkan kesejahteraan, termasuk melalui kesempatan magang dan bekerja di Jepang, Eropa, maupun Timur Tengah,” ujar Ali Nurdin.
Menurutnya, kerja sama dengan STISNU tidak hanya berorientasi pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat yang berangkat ke luar negeri memiliki keterampilan dan kesiapan yang memadai.
Sementara itu, Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Muhamad Qustulani, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan STISNU akan mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan peluang yang terbuka melalui kolaborasi dengan SABURMUSI.
“Mahasiswa harus mengambil kesempatan ini. Kita ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga memiliki pengalaman, keterampilan, dan akses ke dunia kerja, termasuk peluang internasional,” kata Qustulani.
Qustulani mengungkapkan, STISNU juga akan mengembangkan Migran Center sebagai bagian dari penguatan layanan dan pendampingan mahasiswa maupun masyarakat yang memiliki minat untuk bekerja dan mengembangkan karier di luar negeri.
Selain itu, STISNU bersama SABURMUSI akan mendorong pembentukan Balai Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Lembaga ini nantinya diarahkan untuk memberikan pelatihan, peningkatan keterampilan, serta pengembangan kapasitas calon pekerja dan mahasiswa.
“Kita akan membuat balai pelatihan dan pengembangan SDM bekerja sama dengan Suara Migran SABURMUSI. Harapannya, mahasiswa dan masyarakat memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Qustulani.
Kerja sama ini mengusung semangat “Berangkat sebagai Pekerja, Pulang sebagai Sarjana dan Pengusaha.” Melalui konsep tersebut, pengalaman menjadi pekerja migran diharapkan tidak berhenti pada aspek pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses peningkatan pendidikan, keterampilan, kemandirian ekonomi, dan pengembangan usaha setelah kembali ke Indonesia.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dari Akad Digital hingga Kemandirian Ekonomi: STISNU Nusantara Tangerang Ajak Santri Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
KARYA DOSEN STISNU: Fikih Tak Boleh Berhenti pada Masa Lalu, Buku Pendidikan Fiqh Kontemporer Mengajak Islam Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
Semarak Hari Santri Nasional 2026, DEMA STISNU Nusantara Tangerang dan Aliansi Mahasiswa Musholla Gelar Enam Cabang Lomba
22 Okt 2026