Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 3 Oktober 2026 · 49 dibaca

STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Literasi Akademik Dosen melalui Pelatihan Penulisan Buku Ajar

A

Asrori

Penulis

STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Literasi Akademik Dosen melalui Pelatihan Penulisan Buku Ajar

KOTA TANGERANG — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Buku Ajar Dosen pada Jumat, 3 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut diikuti oleh dosen STISNU Nusantara Tangerang.

Pelatihan menghadirkan Dr. H. Ahmad Bahrul Hikam, M.Ed. sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STISNU Nusantara Tangerang dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen, khususnya dalam menghasilkan buku ajar yang sistematis, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung interaktif. Para dosen mengikuti materi dan pembahasan mengenai berbagai aspek penting dalam penulisan buku ajar, mulai dari menentukan tema, menyusun struktur dan sistematika buku, mengembangkan materi pembelajaran, hingga memperhatikan aspek akademik dan teknis dalam proses penerbitannya.

Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan STISNU Nusantara Tangerang, Ecep Ishak Fariduddin, MA., mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas akademik dosen.

“Penulisan buku ajar merupakan bagian penting dari pengembangan kapasitas akademik dosen. Karena itu, kami ingin mendorong agar dosen tidak hanya aktif dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu menuangkan pengalaman, pengetahuan, dan keilmuannya dalam bentuk karya yang dapat digunakan oleh mahasiswa dan masyarakat akademik secara lebih luas,” ujar Ecep Ishak.

Menurutnya, buku ajar juga memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi. Kehadiran buku ajar karya dosen diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara kurikulum, materi pembelajaran, dan kompetensi yang hendak dicapai mahasiswa.

“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan karya nyata. Kami berharap setiap dosen dapat menghasilkan buku ajar sesuai bidang keilmuannya, sehingga secara bertahap STISNU memiliki khazanah buku ajar yang menjadi bagian dari identitas dan kekuatan akademik institusi,” lanjutnya.

Sementara itu, Dr. H. Ahmad Bahrul Hikam, M.Ed., selaku narasumber, menekankan bahwa menulis buku ajar membutuhkan kemampuan untuk mengubah pengetahuan keilmuan menjadi materi yang terstruktur dan mudah dipahami oleh mahasiswa.

“Buku ajar bukan sekadar kumpulan materi perkuliahan yang dipindahkan ke dalam bentuk buku. Buku ajar harus dirancang berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik mahasiswa, struktur keilmuan, serta kebutuhan pembelajaran. Karena itu, seorang dosen perlu memahami bagaimana pengetahuan tersebut disusun menjadi sebuah buku yang sistematis dan pedagogis,” jelasnya.

Ia juga mendorong para dosen agar menjadikan aktivitas menulis sebagai bagian dari tradisi akademik sehari-hari.

“Dosen pada dasarnya memiliki modal yang sangat besar untuk menulis buku ajar karena setiap semester berhadapan dengan materi, mahasiswa, pengalaman mengajar, dan perkembangan keilmuan. Tantangannya adalah bagaimana pengalaman tersebut didokumentasikan, disusun, dan dikembangkan menjadi karya akademik yang memiliki manfaat lebih luas,” tambahnya.

Lebih jauh, pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi tumbuhnya budaya menulis di lingkungan STISNU Nusantara Tangerang. Produktivitas dosen dalam menghasilkan buku ajar tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik dan pengembangan mutu kelembagaan.

Buku ajar juga dapat menjadi ruang bagi dosen untuk mempertemukan pengajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan. Materi yang selama ini disampaikan di ruang kelas dapat dikembangkan menjadi karya yang terdokumentasi dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, STISNU Nusantara Tangerang terus mendorong para dosen untuk tidak hanya menjadi pengajar di ruang kelas, tetapi juga produsen pengetahuan. Pengetahuan yang lahir dari proses akademik diharapkan dapat ditulis, diterbitkan, dan diwariskan kepada mahasiswa serta masyarakat luas.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!