STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Kolaborasi Seminar Internasional, Bahas Masa Depan Ekonomi Syariah di Era AI
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi Ketua STISNU, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum., C.A.H., sebagai narasumber dalam Seminar Internasional Kolaboratif yang diselenggarakan FKN IDESY Indonesia. Seminar bertajuk “Global Sharia Economy and Halal Ecosystem in the Era of AI: Innovation, Human Capital and International Collaboration” ini membahas transformasi ekonomi syariah dan pengembangan ekosistem halal di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), pukul 13.00–16.00 WIB, dilaksanakan secara hibrida (hybrid), dengan pertemuan tatap muka di Aula VVIP STESBN dan partisipasi daring melalui Zoom. Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan pemangku kepentingan untuk bertukar perspektif mengenai inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta peluang kolaborasi lintas institusi dan negara.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, antara lain Assoc. Prof. Dr. Akhmad Shunhaji, M.Pd.I., Ketua Umum APTIKIS Kopertais Wilayah I Jakarta dan Banten; Dr. H. Ade Marpudin, MM., CAH., CAU, Ketua Umum Ikatan Dosen Ekonomi Syariah sekaligus Ketua STES Bhakti Nugraha Kota Tangerang; Prof. Dr. Sapta Nirwandar, S.E., Ketua Dewan Pembina IDESY Indonesia; dan Prof. Dr. KH. Ahmad Tantowi, M.Si., CAH., Dewan Pakar IDESY sekaligus Rektor STIK Kendal, Jawa Tengah.
Narasumber lainnya meliputi H. Hasan Gaido, S.Ag., CAH., CAU, Wakil Ketua Umum IDESY sekaligus CEO Gaido Group; Assoc. Prof. Patria Yunita, M.Si., Ph.D., Wakil Ketua Umum IDESY sekaligus KPS S2 Universitas PTIQ; Dr. Mohd Hafiz Bin Jamaludin, Senior Lecturer Universiti Malaya, Malaysia; serta H. Ivan Hartawan, S.E., M.Si., Direktur Utama Bank Syariah Amanah Insani.
Dr. H. Muhamad Qustulani menyampaikan bahwa kolaborasi internasional merupakan langkah strategis untuk memperluas pertukaran pengetahuan, memperkuat riset, dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan ekonomi syariah global.
“Kolaborasi internasional ini sangat baik karena membuka ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring akademik, dan pengembangan riset bersama dalam menjawab tantangan ekonomi syariah global di era kecerdasan buatan. Bagi STISNU Nusantara Tangerang, kolaborasi seperti ini penting untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus memperkuat relevansi keilmuan Hukum Ekonomi Syariah dan Manajemen Bisnis Syariah terhadap perkembangan teknologi,” ujar Qustulani.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital perlu diikuti penguatan kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Data kuantitatif penting untuk membaca perkembangan pasar dan mengukur kinerja, tetapi harus dianalisis secara kritis agar kesimpulan yang dihasilkan sesuai dengan bukti penelitian.
“Kita perlu memastikan bahwa pemanfaatan AI benar-benar meningkatkan efisiensi, memperluas akses ekonomi, menjaga kepatuhan syariah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Teknologi harus berkembang bersama nilai keadilan, amanah, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Seminar juga membahas peluang pemanfaatan AI dalam perbankan syariah, Islamic fintech, perdagangan elektronik, pengelolaan ZISWAF digital, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal. Teknologi ini berpotensi mendukung analisis data, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pemasaran produk halal, dan memperluas akses pasar.
Namun, penerapannya membutuhkan tata kelola yang memadai, khususnya dalam perlindungan data, transparansi transaksi, keamanan sistem, perlindungan konsumen, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Pengawasan manusia tetap diperlukan agar keputusan berbasis teknologi dapat dipertanggungjawabkan secara etis dan hukum.
Bagi perguruan tinggi, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk mengintegrasikan keilmuan syariah, hukum, bisnis, dan teknologi dalam pendidikan serta penelitian. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi diperlukan agar inovasi dapat menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat dan industri.
Seminar internasional ini turut membuka peluang penjajakan penelitian bersama, publikasi ilmiah, prosiding, book chapter, dan pengembangan jejaring akademik melalui IDESY. Peluang tersebut diharapkan mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Partisipasi STISNU Nusantara Tangerang dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperluas kemitraan akademik dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi syariah yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dari Akad Digital hingga Kemandirian Ekonomi: STISNU Nusantara Tangerang Ajak Santri Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
KARYA DOSEN STISNU: Fikih Tak Boleh Berhenti pada Masa Lalu, Buku Pendidikan Fiqh Kontemporer Mengajak Islam Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
Semarak Hari Santri Nasional 2026, DEMA STISNU Nusantara Tangerang dan Aliansi Mahasiswa Musholla Gelar Enam Cabang Lomba
22 Okt 2026