STISNU Nusantara Tangerang Gelar Kuliah Umum, Dalami Dalīl Tradisi Amaliyah Nahdliyyah Bersama Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, kembali menghadirkan ruang akademik yang mempertemukan tradisi keislaman pesantren dengan dinamika intelektual perguruan tinggi melalui Kuliah Umum bertajuk “Dalil Tradisi Amaliyah Nahdliyyah”, yang akan dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB, bertempat di Ruang Perpustakaan STISNU Nusantara Tangerang.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag., Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai pembicara. Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika STISNU untuk memperdalam pemahaman mengenai landasan keagamaan berbagai tradisi amaliyah yang berkembang di kalangan Nahdliyyin.
Kegiatan Kuliah Umum ini terbuka untuk umum, dan diarahkan pada pentingnya memahami praktik keagamaan tidak hanya dari sisi kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga melalui argumentasi keagamaan, khazanah keilmuan Islam, serta metodologi ulama dalam memahami Al-Qur’an, hadis, fikih, dan tradisi keilmuan pesantren.
Tema tersebut dinilai relevan dengan karakter STISNU Nusantara Tangerang sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan berbasis keislaman dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Tradisi amaliyah Nahdliyyah tidak ditempatkan semata-mata sebagai praktik ritual, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan intelektual dan kebudayaan Islam yang memiliki akar epistemologis dalam khazanah ulama. Karena itu, kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen STISNU Nusantara Tangerang.
Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya kampus dalam memperkuat pemahaman keislaman sivitas akademika secara argumentatif dan akademis.
“Tradisi amaliyah Nahdliyyah tidak cukup hanya diamalkan, tetapi juga perlu dipahami dasar dan argumentasinya. Kampus memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang akademik agar mahasiswa dan dosen dapat memahami tradisi keislaman secara lebih mendalam, kritis, dan tetap berakar pada khazanah ulama,” ungkapnya.
Menurutnya, perguruan tinggi Islam memiliki posisi strategis dalam menjembatani tradisi dan akademia. Tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat perlu dikaji secara ilmiah agar generasi muda tidak hanya menjadi pelaku tradisi, tetapi juga memahami alasan, sejarah, dan dasar keilmuannya.
“Kami ingin STISNU menjadi ruang di mana tradisi dan ilmu pengetahuan tidak dipertentangkan. Tradisi memberikan akar, sementara ilmu memberikan kemampuan untuk memahami, mengembangkan, dan mempertanggungjawabkannya secara akademik,” tambah Ketua STISNU.
Kuliah umum ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen STISNU Nusantara Tangerang dalam memperkuat literasi keislaman berbasis Aswaja An-Nahdliyah di lingkungan perguruan tinggi. Kehadiran ulama dan akademisi dalam forum semacam ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam melihat berbagai praktik keagamaan yang berkembang di masyarakat.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun sikap akademik yang moderat, kritis, terbuka, dan tetap menghargai khazanah keilmuan Islam. Dengan demikian, tradisi amaliyah Nahdliyyah tidak berhenti sebagai warisan praksis keagamaan, tetapi terus dikaji dan diwariskan melalui jalur ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, STISNU Nusantara Tangerang menegaskan kembali perannya sebagai perguruan tinggi yang berupaya mempertemukan keilmuan, tradisi, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ruang akademik yang produktif.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dari Akad Digital hingga Kemandirian Ekonomi: STISNU Nusantara Tangerang Ajak Santri Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
KARYA DOSEN STISNU: Fikih Tak Boleh Berhenti pada Masa Lalu, Buku Pendidikan Fiqh Kontemporer Mengajak Islam Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
Semarak Hari Santri Nasional 2026, DEMA STISNU Nusantara Tangerang dan Aliansi Mahasiswa Musholla Gelar Enam Cabang Lomba
22 Okt 2026