STISNU dan Suara Migran Nusantara SABURMUSI Tandatangani MoU, Buka Akses Pendidikan bagi Pekerja Migran
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang dan Suara Migran Nusantara (SABURMUSI) akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama pendidikan, pemagangan, dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Kamis, 24 September 2026.
MoU tersebut akan ditandatangani oleh H. Muhamad Qustulani, Ketua STISNU Nusantara Tangerang, dan Ali Nurdin, Ketua Suara Migran Nusantara SABURMUSI.
Kerja sama ini diarahkan untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi pekerja migran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan, pemagangan, peningkatan keterampilan, serta pendampingan karier.
Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah konsep “Berangkat sebagai Pekerja, Pulang sebagai Sarjana dan Pengusaha.” Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, termasuk pembelajaran daring, pekerja migran diharapkan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Selain pendidikan, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan Migran Preneur, yaitu mendorong pekerja dan purna migran agar mampu mengelola penghasilan, pengalaman, keterampilan, dan jaringan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri menjadi modal untuk membangun usaha setelah kembali ke tanah air.
Program ini juga diharapkan dapat memberikan pengembangan SDM di bidang pendidikan dan keterampilan sehingga setelah kembali ke Indonesia, para purna migran memiliki bekal yang lebih kuat untuk mengembangkan karier, membangun usaha, maupun berkontribusi di tengah masyarakat.
Ketua STISNU Nusantara Tangerang, H. Muhamad Qustulani, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga membuka ruang pemagangan dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Suara Migran Nusantara SABURMUSI, Ali Nurdin, mendorong agar pekerja migran tidak hanya dipandang sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sumber daya manusia yang memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pembangunan.
Melalui MoU tersebut, kedua lembaga diharapkan dapat membangun sinergi berkelanjutan sehingga PMI memiliki kesempatan untuk bekerja, belajar, meningkatkan kompetensi, mengembangkan karier, dan membangun kemandirian ekonomi.
Dengan demikian, pengalaman bekerja di luar negeri tidak berhenti pada penghasilan, tetapi dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja, keluarga, serta pembangunan daerah asal.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dari Akad Digital hingga Kemandirian Ekonomi: STISNU Nusantara Tangerang Ajak Santri Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
KARYA DOSEN STISNU: Fikih Tak Boleh Berhenti pada Masa Lalu, Buku Pendidikan Fiqh Kontemporer Mengajak Islam Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
Semarak Hari Santri Nasional 2026, DEMA STISNU Nusantara Tangerang dan Aliansi Mahasiswa Musholla Gelar Enam Cabang Lomba
22 Okt 2026