Sambut Hari Santri Nasional 2026, STISNU Nusantara Tangerang Hadirkan Kajian “Ngaji Zaman Now”: Mengaji Tradisi, Membaca Zaman, Membangun Masa Depan
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG — Menyambut Hari Santri Nasional 2026, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menghadirkan kajian mingguan edisi spesial bertajuk “Ngaji Zaman Now: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan tradisi keilmuan Islam agar tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial-ekonomi masyarakat.
Mengusung semangat “Mengaji Tradisi, Membaca Zaman, Membangun Masa Depan”, kajian ini menegaskan bahwa santri tidak hanya memiliki peran penting dalam menjaga warisan keislaman dan nilai-nilai pesantren, tetapi juga dituntut untuk hadir sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 14.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Perpustakaan STISNU Nusantara Tangerang, dua narasumber akan membahas tema-tema strategis yang dekat dengan tantangan masyarakat kontemporer.
Narasumber pertama, Fakhry Fadhil, Dr. (Cand.), akan mengangkat tema “Dialektika dan Integrasi Akad dalam Digital Marketing: Analisis Ijarah dan Ju’alah pada Praktik Afiliasi di Era Kontemporer”. Pembahasan ini relevan dengan perkembangan ekonomi digital, khususnya praktik pemasaran afiliasi yang semakin berkembang. Melalui perspektif fikih muamalah, kajian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai penerapan prinsip-prinsip akad dalam aktivitas ekonomi modern, sehingga inovasi digital dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai syariah.
Sementara itu, narasumber kedua, Akhmad Baijuri, Dr. (Cand.), akan membahas tema “Membangun Ekosistem Santripreneur: Dari Pesantren untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa”. Tema ini menyoroti pentingnya penguatan jiwa kewirausahaan di lingkungan pesantren agar santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan, kemandirian ekonomi, dan kemampuan menciptakan peluang usaha.
Gagasan santripreneur menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, kreativitas, dan nilai-nilai keislaman. Pesantren dengan tradisi pendidikan, kedisiplinan, dan solidaritas sosialnya memiliki modal besar untuk melahirkan wirausahawan yang berintegritas serta berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Melalui dua tema tersebut, STISNU Nusantara Tangerang ingin menegaskan bahwa tradisi keilmuan Islam tidak boleh berhenti pada pewarisan pengetahuan, tetapi perlu terus dikembangkan menjadi kekuatan untuk membaca perubahan, menjawab persoalan aktual, dan membangun peradaban yang lebih baik. Santri masa kini perlu memiliki kemampuan untuk mempertemukan khazanah keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa kontribusi santri bagi Indonesia tidak hanya tercermin dalam sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga dalam upaya membangun masa depan melalui pendidikan, pengembangan ekonomi, inovasi, serta penguatan karakter dan moralitas.
Dengan semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kajian mingguan edisi spesial ini diharapkan menjadi ruang dialog yang produktif bagi pengembangan wawasan, penguatan tradisi akademik, dan lahirnya gagasan-gagasan konstruktif. Santri dan generasi muda perlu terus didorong untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan zaman, tanpa kehilangan akar nilai dan identitas keislamannya.
Bagi STISNU Nusantara Tangerang, mengaji bukan sekadar membaca dan memahami teks, melainkan juga membangun kesadaran untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan nyata. Sebab, tradisi yang kuat akan melahirkan generasi yang berakar, sementara wawasan yang luas akan menuntun mereka melangkah menuju masa depan.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dari Akad Digital hingga Kemandirian Ekonomi: STISNU Nusantara Tangerang Ajak Santri Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
KARYA DOSEN STISNU: Fikih Tak Boleh Berhenti pada Masa Lalu, Buku Pendidikan Fiqh Kontemporer Mengajak Islam Menjawab Tantangan Zaman
23 Okt 2026
Semarak Hari Santri Nasional 2026, DEMA STISNU Nusantara Tangerang dan Aliansi Mahasiswa Musholla Gelar Enam Cabang Lomba
22 Okt 2026