Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 17 Oktober 2026 · 46 dibaca

Samakan Standar Mutu Akademik: STISNU Nusantara Tangerang Sosialisasikan Buku Panduan Penulisan Skripsi 2026

A

Asrori

Penulis

Samakan Standar Mutu Akademik: STISNU Nusantara Tangerang Sosialisasikan Buku Panduan Penulisan Skripsi 2026

KOTA TANGERANG — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Buku Panduan Penulisan Skripsi Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang diikuti oleh dosen homebase STISNU Nusantara Tangerang ini bertujuan memperkuat pemahaman dan menyamakan standar penulisan skripsi di lingkungan kampus.

Kegiatan dibuka dengan sambutan sekaligus arahan dari Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Bapak Ecep Ishak Fariduddin, M.A., yang hadir mewakili Ketua STISNU Nusantara Tangerang. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keseragaman pedoman akademik sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan dan meningkatkan mutu karya ilmiah mahasiswa.

Menurutnya, buku panduan penulisan skripsi tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai dokumen administratif, tetapi sebagai acuan bersama bagi dosen dan mahasiswa dalam menjalankan proses penyusunan tugas akhir secara terarah, sistematis, dan bertanggung jawab.

“Pedoman penulisan skripsi menjadi rujukan penting agar proses pembimbingan dan penulisan karya ilmiah berjalan dengan standar yang sama. Dengan pemahaman yang seragam, dosen dapat memberikan arahan yang lebih terukur sehingga mahasiswa memiliki kejelasan dalam menyusun skripsinya,” demikian pesan yang ditekankan dalam arahannya.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) STISNU Nusantara Tangerang. Dalam paparannya, Ketua LP3M menjelaskan dua bagian utama yang menjadi inti Buku Panduan Penulisan Skripsi Tahun 2026, yakni sistematika penulisan dan teknik penulisan skripsi.

Pada bagian sistematika penulisan, peserta diajak memahami susunan skripsi secara terstruktur, mulai dari bagian awal, bagian utama yang terdiri atas lima bab, hingga bagian akhir. Penjelasan ini menekankan bahwa setiap bab harus memiliki hubungan logis dan saling mendukung, mulai dari perumusan masalah, kajian teori, metode penelitian, analisis dan hasil penelitian, hingga penarikan kesimpulan.

Sementara itu, pada bagian teknik penulisan, pemaparan difokuskan pada ketentuan teknis yang perlu diperhatikan mahasiswa dan dosen dalam penyusunan naskah ilmiah. Aspek tersebut mencakup konsistensi format penulisan, penomoran halaman, penggunaan tabel dan gambar, pengutipan sumber, catatan kaki, serta penyusunan daftar pustaka sesuai ketentuan dalam buku panduan.

Ketua LP3M menegaskan bahwa pemahaman terhadap kedua aspek tersebut sangat penting, sebab kualitas skripsi tidak hanya ditentukan oleh kedalaman pembahasan dan ketepatan metodologi, tetapi juga oleh ketertiban struktur serta kepatuhan terhadap kaidah penulisan ilmiah.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa skripsi bukan sekadar kumpulan bab yang disusun untuk memenuhi persyaratan kelulusan. Setiap bab harus terhubung secara logis, rumusan masalah harus dijawab melalui analisis yang memadai, dan seluruh proses penulisan harus mengikuti kaidah ilmiah. Karena itu, dosen pembimbing juga perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap pedoman ini,” jelas Ketua LP3M dalam paparannya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa buku panduan akan berfungsi optimal apabila diterapkan secara konsisten dalam proses pembimbingan dan evaluasi skripsi. Keseragaman standar diharapkan dapat meminimalkan perbedaan penafsiran terhadap ketentuan penulisan, sekaligus membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah yang lebih sistematis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Melalui kegiatan ini, STISNU Nusantara Tangerang berharap Buku Panduan Penulisan Skripsi Tahun 2026 dapat menjadi rujukan bersama yang diterapkan secara konsisten di seluruh proses penyusunan tugas akhir mahasiswa. Sosialisasi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen institusi untuk membangun budaya akademik yang tertib, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan mutu penelitian.

Dengan standar penulisan yang semakin jelas dan pemahaman dosen yang semakin seragam, STISNU Nusantara Tangerang terus berupaya memperkuat kualitas karya ilmiah mahasiswa sebagai bagian dari ikhtiar membangun ilmu dan menguatkan peradaban.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!