Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 16 Mei 2026 · 97 dibaca

Mahasiswa Beasiswa PDU MUI Jakarta Barat Sowan ke Pondok Pesantren Al Hasaniyah Ben Zar, Sambung Sanad Keilmuan kepada Kyai Mahrusillah

F

Fani

Penulis

Mahasiswa Beasiswa PDU MUI Jakarta Barat Sowan ke Pondok Pesantren Al Hasaniyah Ben Zar, Sambung Sanad Keilmuan kepada Kyai Mahrusillah

Tangerang, 16 Mei 2026 — Mahasiswa Program PDU (Pendidikan Dasar Ulama) STISNU (Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama) Nusantara Tangerang penerima beasiswa kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Barat melaksanakan kegiatan sowan, silaturahmi ilmiah, dan penguatan sanad keilmuan ke Pondok Pesantren Al Hasaniyah Ben Zair Rawalini, Teluknaga, Tangerang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen STISNU Nusantara Tangerang dalam membangun model pendidikan tinggi berbasis integrasi akademik, tradisi pesantren, dan kaderisasi ulama. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa sowan kepada DR. KH. Mohammad Mahrusillah, selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Keagamaan STISNU Nusantara Tangerang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasaniyah Ben Zair Rawalini Teluknaga Tangerang.

Kunjungan ini menegaskan bahwa proses pendidikan mahasiswa PDU tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal di kampus, tetapi juga melalui penguatan adab, spiritualitas, dan kesinambungan sanad keilmuan dengan ulama serta pesantren. Tradisi sowan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan keilmuan yang utuh antara mahasiswa, dosen, dan kyai sebagai pusat transmisi ilmu, nilai, dan perjuangan.

Dalam suasana penuh kekhidmatan dan kekeluargaan, DR. KH. Mohammad Mahrusillah memberikan tausiyah serta penguatan kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga niat dalam menuntut ilmu, memuliakan guru, serta menjadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa. Beliau menekankan bahwa mahasiswa PDU harus mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam moralitas, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial.

Menurut beliau, pendidikan ulama harus berpijak pada tiga fondasi utama: ilmu, adab, dan sanad. Tanpa adab, ilmu kehilangan makna; tanpa sanad, ilmu kehilangan arah. Karena itu, mahasiswa harus menjaga tradisi hormat kepada guru dan ulama sebagai bagian dari karakter dasar perjuangan keilmuan Islam.

Program beasiswa kerja sama antara STISNU Nusantara Tangerang dan MUI Jakarta Barat sendiri dirancang sebagai langkah strategis dalam mencetak kader ulama muda yang memiliki kapasitas akademik, wawasan keislaman moderat, serta kemampuan menjawab tantangan zaman secara bijaksana. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dibentuk menjadi generasi yang mampu mengintegrasikan keunggulan kampus dengan kearifan pesantren.

Sowan ke Pondok Pesantren Al Hasaniyah Ben Zair Rawalini Teluknaga Tangerang menjadi simbol bahwa STISNU Nusantara Tangerang tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga pada pembangunan peradaban ilmu yang berakar pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, tradisi keulamaan, dan pengabdian sosial.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi STISNU Nusantara Tangerang sebagai kampus kaderisasi yang memadukan intelektualitas, spiritualitas, dan jejaring kelembagaan dalam mencetak generasi ulama intelektual masa depan.

“Mahasiswa PDU bukan sekadar menuntut ilmu untuk gelar, tetapi menapaki jalan sanad keilmuan. Ilmu harus dijaga dengan adab, diperkuat dengan akhlak, dan diabdikan untuk umat.”

 

Tags: #News

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!