Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 7 Oktober 2026 · 123 dibaca

Kuliah Umum STISNU: KH. Marzuqi Mustamar Tekankan Pentingnya Sanad dalam Beragama

A

Asrori

Penulis

Kuliah Umum STISNU: KH. Marzuqi Mustamar Tekankan Pentingnya Sanad dalam Beragama

KOTA TANGERANG  — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang sukses menggelar Kuliah Umum bertajuk “Dalil Tradisi Amaliyah Nahdliyyah” pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Perpustakaan STISNU Nusantara Tangerang tersebut menghadirkan Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag., Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber.

Kuliah umum dibuka langsung oleh Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum. Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika STISNU Nusantara Tangerang dan menjadi ruang akademik untuk memperdalam pemahaman mengenai tradisi amaliyah Nahdliyyah, khususnya dari sisi dalil dan kesinambungan keilmuan Islam.

Dalam pemaparannya, Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag. menekankan bahwa salah satu aspek penting dalam kehidupan beragama adalah sanad keilmuan. Menurutnya, umat Islam perlu memastikan bahwa ilmu agama yang dipelajari memiliki mata rantai keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam beragama itu penting memiliki sanad. Jangan hanya mengambil ilmu dari siapa saja tanpa mengetahui dari mana ilmu itu berasal. Sanad menunjukkan bahwa keilmuan yang kita pelajari memiliki mata rantai yang jelas hingga kepada Rasulullah SAW,” jelas KH. Marzuqi.

Ia menjelaskan bahwa sanad bukan sekadar persoalan formal mengenai siapa guru dan siapa murid, tetapi merupakan bagian dari tradisi epistemologi Islam yang menjaga kesinambungan ilmu dari generasi ke generasi.

“Dengan sanad, kita mengetahui siapa yang mengajarkan kepada kita, siapa yang mengajarkan kepada guru kita, dan seterusnya. Ini merupakan salah satu cara ulama menjaga keaslian, kesinambungan, dan keberkahan ilmu,” ungkapnya.

Menurut KH. Marzuqi, tradisi keilmuan yang bersanad juga menjadi salah satu karakter penting dalam tradisi pesantren dan Nahdlatul Ulama. Karena itu, berbagai amaliyah keagamaan yang berkembang di kalangan Nahdliyyin perlu dipahami dengan melihat dalil, penjelasan ulama, serta mata rantai keilmuan yang melatarbelakanginya.

Sementara itu, Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut memiliki arti penting bagi STISNU sebagai perguruan tinggi yang memiliki akar kuat pada tradisi keilmuan Islam dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

“Kami ingin mahasiswa STISNU tidak hanya mengetahui bahwa suatu amaliyah itu dilakukan, tetapi juga memahami mengapa amaliyah tersebut dilakukan, apa dalilnya, bagaimana ulama menjelaskannya, dan dari mana tradisi keilmuan itu berasal,” tutur Qustulani.

Menurutnya, perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab untuk mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan pendekatan akademik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akar keilmuan dan tradisi intelektual yang kuat.

Kuliah umum tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan dialogis. Kehadiran KH. Marzuqi Mustamar diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai dalil tradisi amaliyah Nahdliyyah, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada mahasiswa tentang pentingnya otoritas keilmuan, sanad, dan kesinambungan tradisi intelektual Islam.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen STISNU Nusantara Tangerang untuk terus menjadi ruang pendidikan yang memadukan tradisi, ilmu, dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!