Ketua STISNU: Bangga dengan BAZNAS Kota Tangerang, Kreativitas Program dan Prestasinya Menginspirasi Indonesia
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatu Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi terhadap berbagai capaian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang. Berbagai penghargaan yang berhasil diraih, termasuk predikat sebagai BAZNAS terbaik se-Indonesia, menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan secara profesional, inovatif, kreatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja BAZNAS Kota Tangerang Tahun 2026 sekaligus Launching Program "Tangerang Bersama Membangun Masjid", Rabu (4/11/2026), di Hotel Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang.
Menurut pria yang disapa Gus Fani, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk membangun dan mengembangkan fungsi masjid di Kota Tangerang.
"Saya bangga melihat perkembangan BAZNAS Kota Tangerang. Bukan hanya karena penghargaan yang diraih, tetapi juga karena keberanian menghadirkan program-program kreatif dan kolaboratif. Program Tangerang Bersama Membangun Masjid merupakan gagasan menarik karena menghubungkan semangat filantropi, kepedulian sosial, dan pembangunan kehidupan keagamaan masyarakat," ungkapnya.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada KH. Asely Al Husairy selaku Ketua BAZNAS Kota Tangerang. Gus Fani menilai kepemimpinan dan semangat pengabdian KH. Asely memberikan inspirasi tersendiri, terutama dalam menjaga komitmen perjuangan dan pelayanan kepada umat.
Bahkan, di tengah kondisi kesehatan yang kurang baik, KH. Asely tetap menunjukkan dedikasi, komitmen, dan semangat berkhidmat dalam menjalankan amanah di BAZNAS.
"Saya sangat mengapresiasi semangat KH. Asely. Dalam kondisi kesehatan yang kurang baik sekalipun, beliau tetap menunjukkan dedikasi dan semangat perjuangan untuk berkhidmat di BAZNAS. Bagi saya, ini merupakan teladan tentang bagaimana sebuah amanah harus dijalankan dengan kesungguhan dan keikhlasan. Tentu kesehatan beliau juga harus menjadi perhatian. Semoga selalu diberikan kekuatan dan kesembuhan oleh Allah SWT," ungkap Gus Fani.

Menurutnya, kepemimpinan yang kuat bukan hanya terlihat dari capaian organisasi dan penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari keteladanan, konsistensi, dan semangat pengabdian pemimpinnya.
Gus Fani juga memberikan apresiasi kepada H. Dani Saragih yang dinilai memiliki kreativitas tinggi dan ide-ide brilian dalam mengembangkan program serta inovasi kelembagaan BAZNAS Kota Tangerang.
Menurutnya, lembaga yang ingin terus maju membutuhkan orang-orang yang tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga mampu berpikir strategis, membaca peluang, dan menciptakan terobosan.
Sementara itu, H. Sobrun Jamil mendapatkan apresiasi atas kiprahnya yang aktif turun langsung ke lapangan. Aktivitas fundraising, membangun relasi, memperluas jaringan, serta menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat penghimpunan zakat dan kepercayaan publik terhadap BAZNAS.
"Kita melihat ada kekuatan yang saling melengkapi. H. Dani Saragih dengan kreativitas dan ide-ide briliannya, kemudian H. Sobrun Jamil yang aktif turun ke lapangan, membangun relasi, dan menggerakkan fundraising. Ini kombinasi yang sangat baik. Ide harus bertemu dengan kerja nyata, dan kerja nyata harus mampu membangun kepercayaan umat," ungkapnya.
Ia menambahkan, kepercayaan umat tidak lahir secara instan. Kepercayaan dibangun melalui komunikasi, hubungan yang baik, transparansi, kedekatan dengan masyarakat, dan bukti nyata bahwa amanah yang dititipkan benar-benar dikelola untuk kemaslahatan bersama.
Gus Fani menilai kreativitas BAZNAS Kota Tangerang perlu menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya. Pengelolaan zakat dewasa ini membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Zakat tidak cukup dipahami sebagai kegiatan menghimpun dan mendistribusikan dana, tetapi harus menjadi instrumen pemberdayaan, penguatan pendidikan, pembangunan sosial, dan kemandirian ekonomi umat.
"Yang membuat saya bangga bukan hanya banyaknya penghargaan, tetapi bagaimana BAZNAS mampu menunjukkan bahwa zakat bisa dikelola dengan pendekatan modern tanpa kehilangan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. Ini merupakan contoh baik bagi lembaga lain," ujarnya.
Lebih jauh, Gus Fani berharap sinergi antara BAZNAS Kota Tangerang dan STISNU Nusantara Tangerang dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi program kolaborasi berkelanjutan.

STISNU memiliki pengalaman pengabdian kepada masyarakat melalui mahasiswa Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) BAZNAS–MUI di STISNU Nusantara Tangerang. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kolaboratif, para mahasiswa telah melaksanakan kunjungan dan pengabdian ke sekitar 800 masjid.
Pengalaman tersebut merupakan modal sosial dan akademik yang sangat potensial untuk dikembangkan bersama, khususnya dalam mendukung program Tangerang Bersama Membangun Masjid.
Keterlibatan mahasiswa dapat diperluas melalui pemetaan kebutuhan masjid, pendampingan kelembagaan, pendidikan keagamaan, literasi zakat, pembinaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi berbasis masjid.
"Harapan saya, sinergi BAZNAS Kota Tangerang dengan STISNU terus berlanjut. Kami memiliki pengalaman melalui mahasiswa PKU BAZNAS–MUI yang melaksanakan KKM kolaboratif dengan kunjungan ke sekitar 800 masjid. Ini merupakan potensi besar yang bisa dikembangkan bersama. Masjid harus menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pendidikan, pemberdayaan, dan kebangkitan ekonomi umat," ungkapnya.
Menurutnya, BAZNAS memiliki kekuatan dalam pengelolaan zakat dan pemberdayaan umat, sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, dosen, dan mahasiswa yang dapat bergerak langsung di tengah masyarakat. Apabila kedua kekuatan tersebut disatukan, akan lahir program yang lebih luas dan berkelanjutan.
Menutup apresiasinya, Gus Fani menyampaikan bahwa penghargaan yang telah diraih BAZNAS Kota Tangerang hendaknya menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.
"Saya bangga dengan BAZNAS Kota Tangerang. Pertahankan prestasinya, perbanyak program kreatif, bangun kolaborasi yang lebih luas, dan terus hadir di tengah masyarakat. Semoga kepemimpinan KH. Asely Al Husairy bersama H. Dani Saragih, H. Sobrun Jamil, dan seluruh jajaran semakin membawa manfaat bagi umat dan menjadi inspirasi pengelolaan zakat di Indonesia."
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ketua STISNU: Penyadapan Tanpa Dasar Hukum Merupakan Kejahatan terhadap Prinsip Negara Hukum
4 Nov 2026
Perkuat Sinergi Tridarma Perguruan Tinggi, STISNU Nusantara Rancang MoU dengan Pengadilan Agama Kota Tangerang
4 Nov 2026
STISNU Nusantara Tangerang Gelar Kajian Mingguan, Angkat Tema Kalam dan Politik Oposisi dalam Islam
4 Nov 2026