Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 25 September 2026 · 90 dibaca

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Herbin Sianipar Ingatkan Bahaya Radikalisme di PBAK STISNU 2026

E

Egi Rizki

Penulis

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Herbin Sianipar Ingatkan Bahaya Radikalisme di PBAK STISNU 2026

TANGERANG — Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Herbin Sianipar mengingatkan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang agar memahami dan mewaspadai bahaya radikalisme, intoleransi, serta berbagai paham yang dapat mengancam persatuan dan kehidupan berbangsa.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STISNU Nusantara Tangerang Tahun 2026, Jumat (25/9/2026).

Di hadapan mahasiswa baru, Herbin menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai generasi muda yang akan menentukan arah masa depan masyarakat. Karena itu, lingkungan kampus harus menjadi ruang untuk memperkuat ilmu pengetahuan, karakter, wawasan kebangsaan, serta kemampuan berpikir kritis.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak mudah menerima informasi atau ajakan yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi. Paham radikal dapat berkembang melalui berbagai ruang, termasuk lingkungan digital. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi digital dan sikap terbuka terhadap perbedaan.

Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun generasi muda yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial. Pendidikan tinggi berbasis keislaman memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Ketua STISNU Nusantara Tangerang, H. Muhamad Qustulani, menegaskan bahwa pendidikan di STISNU tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu syariah, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki tanggung jawab kebangsaan.

Menurutnya, setiap keluarga besar STISNU memiliki kewajiban menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), UUD 1945, serta persatuan bangsa.

“STISNU adalah kampus yang berbasis keislaman dan Nahdlatul Ulama. Karena itu, mahasiswa harus memiliki pemahaman keagamaan yang kuat sekaligus memiliki komitmen terhadap kebangsaan,” ujar Qustulani.

 

 

Ia menambahkan, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penerima informasi, tetapi harus mampu menjadi penyaring informasi dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Jangan mudah terprovokasi. Gunakan ilmu, akal sehat dan nilai-nilai agama dalam menghadapi berbagai persoalan. Perbedaan adalah bagian dari kehidupan bangsa Indonesia,” tegasnya.

PBAK STISNU 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, tradisi keilmuan, organisasi kemahasiswaan, sekaligus nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan kampus.

Melalui kegiatan tersebut, STISNU berharap mahasiswa baru tidak hanya siap menjalani proses akademik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang berilmu, berakhlak, toleran, cinta tanah air, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

STISNU Nusantara Tangerang merupakan perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama yang berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, berakhlak, dan memiliki daya saing.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!