Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 1 Oktober 2026 · 225 dibaca

Dari Pengabdian Menjadi Pengetahuan: Mengabadikan KKM STISNU Nusantara Tangerang melalui Jurnal Ilmiah

A

Asrori

Penulis

Dari Pengabdian Menjadi Pengetahuan: Mengabadikan KKM STISNU Nusantara Tangerang melalui Jurnal Ilmiah

KOTA TANGERANG— Sebuah kegiatan mahasiswa pada akhirnya pasti selesai. Mahasiswa kembali ke kampus, posko dibongkar, berbagai kegiatan berakhir, dan masyarakat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, apakah dengan berakhirnya kegiatan berarti seluruh pengalaman Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) juga berakhir?

Bagi mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) STISNU Nusantara Tangerang, jawabannya tidak. Melalui program Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), kegiatan KKM tidak hanya diarahkan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga sebagai proses menghasilkan pengetahuan. Karena itu, pengalaman, program, dan berbagai aktivitas mahasiswa selama KKM didokumentasikan dan dikembangkan menjadi naskah jurnal ilmiah yang dipublikasikan di berbagai jurnal pengabdian.

Dengan cara tersebut, KKM tidak berhenti sebagai kegiatan yang hanya diketahui oleh mahasiswa dan masyarakat tempat kegiatan berlangsung. Ia dapat dibaca oleh mahasiswa lain, dosen, peneliti, pengelola perguruan tinggi, pemerintah, maupun masyarakat umum. Inilah yang membuat publikasi ilmiah menjadi bagian penting dari perjalanan KKM. Pengabdian dilakukan di tengah masyarakat, pengalaman dicatat, dianalisis, ditulis, kemudian diabadikan dalam bentuk karya ilmiah.

KKM pada dasarnya merupakan ruang perjumpaan antara pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di perguruan tinggi dengan realitas kehidupan masyarakat. Di ruang kelas, mahasiswa memperoleh teori dan konsep. Di lapangan, mereka berhadapan dengan persoalan konkret yang tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui teori.

Desa Kadu, Kecamatan Curug; Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji; dan Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, menjadi ruang pembelajaran tersebut. Melalui KKM, mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, literasi keuangan, lingkungan, keagamaan, kesehatan, ekonomi, kesadaran hukum, serta fasilitas publik.

Berbagai kegiatan tersebut kemudian tidak dibiarkan berhenti sebagai pengalaman lapangan. Ia ditulis dan dikembangkan menjadi karya ilmiah. Dengan demikian, publikasi jurnal memiliki fungsi penting, yaitu mengabadikan pengalaman pengabdian dalam bentuk pengetahuan yang dapat diwariskan dan dibaca oleh publik.

Sebuah kegiatan mungkin hanya berlangsung beberapa minggu. Namun ketika kegiatan tersebut ditulis menjadi artikel ilmiah dan diterbitkan dalam jurnal, pengalaman tersebut dapat terus dibaca jauh setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKM.

Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. H. Muhamad Qustulani, MA.Hum., mengatakan bahwa publikasi hasil KKM dalam jurnal ilmiah merupakan bagian penting dari upaya menjadikan kegiatan pengabdian mahasiswa sebagai pengetahuan yang dapat diwariskan dan diakses oleh masyarakat luas.

“KKM jangan berhenti sebagai kegiatan yang selesai ketika mahasiswa kembali ke kampus. Setiap kegiatan, pengalaman, dan program yang dilakukan mahasiswa di tengah masyarakat memiliki nilai akademik yang penting untuk didokumentasikan dan ditulis menjadi karya ilmiah. Melalui publikasi jurnal, pengalaman pengabdian tersebut dapat dibaca oleh masyarakat luas, mahasiswa, dosen, peneliti, dan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, publikasi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik mahasiswa terhadap proses pengabdian yang telah dilakukan.

“Apa yang dilakukan mahasiswa di masyarakat jangan hanya menjadi foto dan laporan yang tersimpan di arsip. Kita ingin pengalaman itu menjadi pengetahuan. Karena itu, mahasiswa perlu belajar mengamati persoalan masyarakat, mendokumentasikan kegiatan, menganalisisnya, kemudian menuangkannya dalam artikel ilmiah. Dengan demikian, KKM bukan hanya mengajarkan mahasiswa untuk mengabdi, tetapi juga mengajarkan bagaimana sebuah pengalaman pengabdian diolah menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi publik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa publikasi hasil KKM juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik di lingkungan STISNU Nusantara Tangerang.

“Kami berharap tradisi ini terus berkembang. Mahasiswa tidak hanya selesai melaksanakan KKM, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan dibaca oleh khalayak. Dari desa mahasiswa belajar, dari pengalaman mereka menulis, dan dari tulisan tersebut lahir pengetahuan yang dapat memberikan manfaat lebih luas,” pungkasnya.

Melalui publikasi jurnal ilmiah, kegiatan KKM STISNU Nusantara Tangerang di tiga desa yang berbeda terebut tidak berhenti sebagai rangkaian program pengabdian mahasiswa, tetapi bertransformasi menjadi pengetahuan yang dapat dibaca, dipelajari, dan dikembangkan oleh khalayak. Inilah ikhtiar STISNU Nusantara Tangerang melalui LP3M untuk membangun tradisi akademik yang menghubungkan pengabdian, penelitian, dan publikasi, sehingga apa yang dipelajari mahasiswa dari masyarakat dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk karya ilmiah yang bermanfaat.

STISNU Nusantara Tangerang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa KKM Prodi HKI dan HES yang telah melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan dedikasi. Terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Kadu, Kecamatan Curug; Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji; dan Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, beserta seluruh perangkat desa, para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah menerima, mendampingi, dan mendukung mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan KKM.

Dukungan, keterbukaan, dan partisipasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam terlaksananya berbagai program KKM, mulai dari bidang pendidikan dan literasi, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, keagamaan, kesadaran hukum, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Semoga kerja sama dan silaturahmi yang telah terjalin antara STISNU Nusantara Tangerang dan masyarakat di tiga desa dapat terus berlanjut dan berkembang melalui berbagai program penelitian, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian dan pembelajaran mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!