STISNU dan Bawaslu Kota Tangerang Siapkan Sekolah Bawaslu untuk Cetak Kader Pengawas Demokrasi
Fani
Penulis
Tangerang, 25 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Tangerang akan menggelar program Sekolah Bawaslu pada Juli 2026. Program ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati antara STISNU Tangerang dan Bawaslu Kota Tangerang dalam bidang pendidikan, penguatan demokrasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Komarullah, menyampaikan bahwa Sekolah Bawaslu menjadi langkah konkret dalam menyiapkan kader-kader pengawas demokrasi dari kalangan mahasiswa.
"Nantinya mereka akan menjadi kader yang mengawasi demokrasi, sekaligus diproyeksikan menjadi pengawas pemilu pada berbagai agenda kepemiluan di masa depan," ujar Komarullah.
Dalam pelaksanaannya, direncanakan akan dibentuk satu kelas khusus Sekolah Demokrasi yang diikuti mahasiswa STISNU Tangerang. Peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, etika publik, serta peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang diperoleh, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan akan mendapatkan Sertifikat Kader Bawaslu, yang dapat menjadi bekal untuk berpartisipasi dalam berbagai agenda pengawasan demokrasi dan kepemiluan di masa mendatang.
Ketua STISNU Tangerang, Muhamad Qustulani, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Kerja sama dengan Bawaslu Kota Tangerang merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dalam memperkuat demokrasi. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi bangsa," ujar pria yang disapa Gus Fani.
Sementara itu, Perwita Suci, Kaprodi Pemikiran Politik Islam STISNU Tangerang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab kegiatan, menyebut Sekolah Bawaslu sangat relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa.
"Program ini sejalan dengan visi Program Studi Pemikiran Politik Islam dalam mencetak generasi yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi. Melalui Sekolah Bawaslu, mahasiswa akan memperoleh pengalaman dan wawasan yang dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pengawasan demokrasi di masa depan," katanya.
Melalui program ini, STISNU Tangerang dan Bawaslu Kota Tangerang berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang memiliki pemahaman kuat tentang demokrasi, integritas yang tinggi, serta kesiapan untuk terlibat dalam pengawasan pemilu dan berbagai agenda kebangsaan. Sekolah Bawaslu yang akan dilaksanakan pada Juli 2026 tersebut menjadi realisasi awal dari kerja sama kedua lembaga dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan partisipatif di kalangan generasi muda.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!