Pelantikan Ketua STISNU Nusantara Tangerang Dirangkai Seminar Nasional, “Bersama Guru Membangun Kota”
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang memasuki periode kedua kepemimpinan. Dr. H. Muhammad Qustulani, MA.Hum., setelah secara resmi dilantik sebagai Ketua STISNU Nusantara Tangerang oleh Ketua Yayasan Benteng Cendikian Nusantara, KH. Bunyamin Hafidz, didampingi Sekretaris Yayasan, Dr. H. Bahruddin, pada Rabu 12 Agustus 2026.
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Hadratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan dihadiri Pengurus Pergunu Kota Tangerang, Pengurus ISNU Kota Tangerang, para guru se-Kota Tangerang, serta sivitas akademika STISNU Nusantara Tangerang.
Dalam sambutannya, Dr. H. Bahruddin menyampaikan bahwa pelantikan Ketua STISNU bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu membawa STISNU semakin berkembang, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pelantikan ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab. Kami berharap kepemimpinan Dr. Qustulani dapat membawa STISNU semakin maju, memperkuat kualitas akademik, membangun jejaring, dan memperluas kontribusi kampus bagi masyarakat,” ujar Bahruddin.

Usai dilantik, Dr. H. Muhammad Qustulani, MA.Hum., menegaskan bahwa amanah sebagai Ketua STISNU Nusantara Tangerang harus dijalankan secara kolektif dengan melibatkan seluruh sivitas akademika dan berbagai mitra strategis. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi harus mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi sebuah amanah untuk membawa STISNU Nusantara Tangerang menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus harus hadir di tengah persoalan masyarakat dan menghadirkan ilmu sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.
Dr. Qustulani juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara STISNU, Pergunu, ISNU, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, guru dan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Guru tidak boleh berjalan sendiri, perguruan tinggi juga tidak boleh berjalan sendiri. Kita membutuhkan ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. STISNU harus menjadi rumah akademik yang terbuka bagi guru, organisasi masyarakat, pemerintah, dan masyarakat luas,” tambahnya.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Bersama Guru Membangun Kota” yang diinisiasi Pergunu Kota Tangerang berkolaborasi dengan ISNU Kota Tangerang dan STISNU Nusantara Tangerang. Dalam seminar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Made Saihu (Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta) dan Prof. Dr. Ahmad Qurtubi (Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten) sebagai narasumber.

Seminar tersebut menempatkan guru sebagai salah satu aktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan masa depan Kota Tangerang. Pembangunan kota, demikian pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut, tidak hanya menyangkut pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga kualitas manusia melalui pendidikan.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, A.P., M.Si., yang hadir bersama jajaran Pemerintah Kota Tangerang mengapresiasi penyelenggaraan seminar dan kolaborasi antara Pergunu, ISNU, dan STISNU. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan.
“Membangun kota pada hakikatnya adalah membangun manusianya. Infrastruktur dapat kita bangun, tetapi kualitas manusia sangat ditentukan oleh pendidikan. Karena itu, guru memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan masa depan Kota Tangerang,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan kota membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, guru, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan perguruan tinggi, guru, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat karena pembangunan kota adalah pekerjaan bersama,” ujarnya.
Seminar nasional tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara Pergunu sebagai wadah para guru, ISNU sebagai organisasi sarjana NU, dan STISNU sebagai institusi pendidikan tinggi. Kolaborasi ketiganya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja sama konkret dalam peningkatan kapasitas guru, penelitian, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pelantikan Ketua STISNU Nusantara Tangerang dan Seminar Nasional “Bersama Guru Membangun Kota” pada akhirnya membawa satu pesan yang sama yaitu membangun kota bukan hanya tentang membangun ruang dan infrastruktur, tetapi tentang membangun manusia melalui pendidikan. Dari kampus, ruang-ruang kelas, dan pengabdian para guru, masa depan Kota Tangerang dapat dirawat dan dibangun secara bersama-sama.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ketika PWNU Banten Menitipkan Masa Depan STISNU kepada Dr. Muhamad Qustulani, MA.Hum
12 Agt 2026
Ketua PCNU Kota Tangerang: STISNU Harus Semakin Unggul, Berkarakter Aswaja dan Berdaya Saing
12 Agt 2026
Dekatkan Hukum dengan Warga, KKM STISNU Nusantara Kenalkan Posko Bantuan Hukum di Pengajian Ibu-Ibu Desa Kadu
11 Agt 2026