RAPAT DOSEN: STISNU Nusantara Tangerang Mantapkan Mutu Akademik, Bersiap Menuju Alih Status
Asrori
Penulis
KOTA TANGERANG - Menyongsong Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang memperkuat konsolidasi akademik dan kelembagaan melalui Rapat Dosen yang digelar pada Sabtu, 12 September 2026, di Aula Utama Hadhratu Syaikh Hasyim Asy'ari.
Rapat yang dihadiri unsur Yayasan, Senat, pimpinan perguruan tinggi, jajaran struktural, dosen, dan tenaga kependidikan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin menjelang dimulainya perkuliahan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan sekaligus menyusun langkah strategis peningkatan mutu STISNU Nusantara Tangerang.
Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, peningkatan kualitas dosen menjadi salah satu perhatian utama. Terlebih, STISNU Nusantara Tangerang tengah mempersiapkan agenda besar berupa alih status dari sekolah tinggi menjadi institusi.
Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. Muhamad Qustulani, MA.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi kelembagaan harus diiringi dengan transformasi kualitas sumber daya manusia.
“Kalau kita ingin melakukan lompatan kelembagaan, maka kualitas dosen juga harus ikut melonjak. Dosen harus terus meningkatkan kompetensi, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Dr. Muhamad Qustulani, alih status bukan semata-mata perubahan nama atau bentuk kelembagaan. Lebih dari itu, proses tersebut harus menjadi momentum untuk membangun tata kelola, budaya akademik, dan kualitas pendidikan yang lebih baik.
“Alih status bukan sekadar perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi institusi. Ini adalah momentum untuk membangun STISNU yang lebih kuat, lebih berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Yayasan, Dr. Bahruddin, M.Si. Ia menekankan bahwa kemajuan institusi sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang berada di dalamnya.
“Kita harus bergerak bersama. Institusi tidak akan berkembang kalau sumber daya manusianya tidak berkembang. Karena itu, peningkatan mutu dosen, tenaga kependidikan, dan pelayanan akademik harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Dr. Bahruddin juga berharap momentum persiapan alih status dapat menjadi ruang evaluasi sekaligus pembenahan menyeluruh.
“Alih status harus kita jadikan momentum untuk berbenah. Kita tidak hanya ingin berubah secara kelembagaan, tetapi juga ingin meningkat secara akademik, manajerial, dan dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa serta masyarakat,” tambahnya.
Selain agenda akademik, kegiatan tersebut dirangkai dengan pelantikan pengurus struktural STISNU Nusantara Tangerang periode 2026–2031.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. Muhamad Qustulani, sebagai bagian dari penguatan organisasi dan konsolidasi kepemimpinan untuk menjalankan agenda kelembagaan dalam lima tahun mendatang.
Pelantikan jajaran struktural tersebut menjadi bagian penting dari persiapan STISNU menghadapi fase pengembangan baru. Para pengurus struktural diharapkan mampu menjalankan amanah secara profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu perguruan tinggi.
Dengan demikian, Rapat Dosen Semester Ganjil 2026/2027 memiliki arti strategis bagi STISNU Nusantara Tangerang. Forum tersebut mempertemukan agenda akademik dan agenda kelembagaan dalam satu momentum, yaitu menyiapkan STISNU untuk tumbuh lebih kuat dan melangkah menuju bentuk institusi.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!