LPPM STISNU Nusantara Tangerang Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa, Matangkan KKM Transformatif 2026 di Tiga Lokasi
Asrori
Penulis
TANGERANG, 21 Juli 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026. Sebagai langkah awal, jajaran pimpinan kampus melakukan silaturahmi dan audiensi dengan pemerintah desa di tiga lokasi yang akan menjadi pusat pengabdian mahasiswa, yakni Desa Kubang (Kecamatan Sukamulya), Desa Kadu (Kecamatan Curug), dan Desa Buaran Bambu (Kecamatan Pakuhaji), Kabupaten Tangerang.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPPM STISNU Nusantara Tangerang, Asrori, MA, didampingi Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Sumber Daya Manusia (DM), Ecep Ishak Fariduddin, M.A., Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Keuangan, Muflih Adi Laksono, MA., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Mohamad Mahrusillah, MA., serta sejumlah dosen STISNU Nusantara Tangerang.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain memperkenalkan program KKM, rombongan kampus juga memohon izin sekaligus membangun komitmen kolaborasi dengan pemerintah desa agar pelaksanaan KKM dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
KKM STISNU Nusantara Tangerang Tahun 2026 akan dilaksanakan selama satu bulan, 1–31 Agustus 2026, dengan mengusung tema: "KKM Transformatif: Membangun Masyarakat Berdaya Melalui Inovasi Sosial, Spiritualitas, dan Kearifan Lokal."
Tema tersebut mencerminkan komitmen STISNU Nusantara Tangerang untuk menjadikan KKM bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan gerakan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan penguatan nilai-nilai keislaman, inovasi sosial, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Ketua LPPM STISNU Nusantara Tangerang, Asrori, MA., menegaskan bahwa keberhasilan KKM sangat bergantung pada terbangunnya kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
"KKM bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan ruang pengabdian yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat. Karena itu, kami memulai seluruh rangkaian kegiatan dengan silaturahmi kepada pemerintah desa. Kami ingin mahasiswa hadir bukan sebagai tamu, tetapi sebagai mitra masyarakat yang bersama-sama merancang solusi, memperkuat kapasitas warga, dan menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Semoga kolaborasi ini menjadi ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang lebih berdaya, religius, dan mandiri."

Ketua STISNU Nusantara Tangerang, Dr. Muhamad Qustulani, MA.Hum., menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu identitas utama perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.
"Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari denyut kehidupan masyarakat. Melalui KKM, mahasiswa belajar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Kami berharap kehadiran mahasiswa STISNU mampu memberikan kontribusi yang konstruktif sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat. Inilah wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi."
Wakil Ketua I Bidang Akademik, Ecep Ishak Fariduddin, M.A., menjelaskan bahwa KKM merupakan laboratorium pembelajaran yang mempertemukan teori dengan praktik kehidupan sosial.
"Mahasiswa akan belajar langsung dari masyarakat. Mereka dituntut mampu mengidentifikasi potensi desa, memahami persoalan yang dihadapi warga, lalu menyusun program yang aplikatif dan berkelanjutan. Pengalaman seperti inilah yang akan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan kepemimpinan."
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Keuangan, Muflih Adi Laksono, M.A., menegaskan kesiapan kampus dalam mendukung seluruh aspek teknis pelaksanaan KKM.
"Kami memastikan seluruh kebutuhan administrasi, koordinasi, dan dukungan operasional dipersiapkan dengan baik sehingga mahasiswa dapat menjalankan pengabdian secara maksimal. Kami juga mengapresiasi keterbukaan pemerintah desa yang menyambut baik rencana pelaksanaan KKM ini."
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama menilai bahwa KKM menjadi wahana pembentukan karakter mahasiswa.
"KKM adalah ruang pembelajaran kepemimpinan, kolaborasi, dan pengabdian. Kami berharap mahasiswa mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, mengembangkan empati sosial, serta membangun jejaring kemitraan yang akan bermanfaat bagi masyarakat maupun bagi pengembangan institusi."
Sementara itu, pemerintah desa di ketiga lokasi KKM menyambut baik rencana pengabdian mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang. Kepala Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Sukarna, S.H., menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan energi baru bagi pembangunan desa.
"Kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang. Semoga mereka dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi desa, dan melaksanakan program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga."

Senada dengan itu, Kepala Desa Kadu, Kecamatan Curug, Muhammad Asdiansyah, S.H., berharap kolaborasi tersebut menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan.
"Kami percaya kampus memiliki banyak potensi yang dapat disinergikan dengan program pemerintah desa. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi, khususnya dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan literasi."
Sementara itu, Kepala Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Hj. Mulyati, mengapresiasi kepercayaan STISNU Nusantara Tangerang yang menjadikan desanya sebagai salah satu lokasi KKM.
"Kami merasa bangga dan siap mendukung penuh pelaksanaan KKM. Pemerintah desa akan berkolaborasi agar mahasiswa dapat menjalankan program dengan baik serta memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat."
Melalui KKM Tahun 2026, STISNU Nusantara Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengabdian yang berdampak, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan mengusung semangat 'KKM Transformatif: Membangun Masyarakat Berdaya Melalui Inovasi Sosial, Spiritualitas, dan Kearifan Lokal', mahasiswa diharapkan tidak hanya mengaplikasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memperkuat nilai-nilai keislaman, memberdayakan masyarakat, serta mendorong lahirnya inovasi yang berakar pada potensi dan kearifan lokal desa.
KKM Transformatif ini dilakukan oleh mahasiswa Reguler A dan B Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Hasil dari kegiatan KKM dari masing-masing kelompok akan dilaporkan secara tertulis dalam bentuk karya ilmiah dan wajib dipublikasikan pada jurnal pengabdian.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
PIK2–Agung Sedayu Group Resmi Umumkan 20 Penerima Beasiswa Pesisir Nusantara Tahun Akademik 2026/2027
16 Jul 2026
STISNU Nusantara Tangerang Jalin Kerja Sama dengan FIFGROUP untuk Perkuat Kesiapan Karier Mahasiswa
16 Jul 2026
Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang Diwajibkan Ikuti Kelas Demokrasi Bawaslu, Cetak Agen Pengawas Partisipatif Demokrasi
12 Jul 2026