Lewati ke konten utama
Umum 12 Juli 2026 · 39 dibaca

Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang Diwajibkan Ikuti Kelas Demokrasi Bawaslu, Cetak Agen Pengawas Partisipatif Demokrasi

F

Fani

Penulis

Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang Diwajibkan Ikuti Kelas Demokrasi Bawaslu, Cetak Agen Pengawas Partisipatif Demokrasi

TANGERANG, 12 Juli 2026– Bawaslu Kota Tangerang bersama STISNU Nusantara Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda melalui penyelenggaraan Kelas Demokrasi. Program ini secara khusus dibuka bagi mahasiswa aktif STISNU Nusantara Tangerang sebagai upaya meningkatkan literasi demokrasi, memperkuat kapasitas pengawasan partisipatif, serta membangun jejaring mahasiswa sebagai mitra strategis dalam penguatan demokrasi di Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara lembaga negara dan perguruan tinggi dalam menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik kehidupan demokrasi yang sehat, berintegritas, dan berkeadilan.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Komarullah, mengatakan bahwa mahasiswa merupakan elemen penting dalam pembangunan demokrasi karena memiliki kapasitas intelektual, idealisme, serta kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, demokrasi yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

"Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui Kelas Demokrasi ini kami ingin melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki integritas, memahami regulasi kepemiluan, serta mampu mengedukasi masyarakat agar bersama-sama mengawal jalannya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat," ujar Komarullah.

Ia menambahkan, Bawaslu terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan pendidikan politik yang berkelanjutan.

"Kami berharap setelah mengikuti Kelas Demokrasi, para mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi merupakan investasi penting bagi masa depan demokrasi Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pemikiran Politik Islam STISNU Nusantara Tangerang, Perwita Suci, menyambut baik terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, Kelas Demokrasi sangat relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memahami politik, tata kelola pemerintahan, konstitusi, kepemiluan, dan partisipasi publik.

Ia mengimbau seluruh mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program tersebut hingga selesai.

"Kelas Demokrasi merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi kepemiluan. Pengalaman seperti ini tidak selalu diperoleh di ruang kuliah. Oleh karena itu kami mendorong seluruh mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik maupun pengalaman organisasi," kata Perwita Suci.

Menurutnya, mahasiswa STISNU harus tampil sebagai generasi intelektual yang tidak hanya memahami teori politik dan demokrasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

"Mahasiswa harus menjadi contoh dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, kritis, santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan. Kelas Demokrasi menjadi wadah yang sangat tepat untuk membentuk karakter kepemimpinan, integritas, serta kepedulian sosial mahasiswa," lanjutnya.

Perwita Suci berharap semakin banyak mahasiswa STISNU yang terlibat aktif dalam berbagai program kolaborasi bersama lembaga negara sehingga lulusan STISNU memiliki pengalaman yang luas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Program Kelas Demokrasi sendiri dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai sistem demokrasi Indonesia, penyelenggaraan pemilu, pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran pemilu, pendidikan politik masyarakat, hingga penguatan jejaring kepemudaan.

Selain memperoleh ilmu dan pengalaman, peserta juga akan mendapatkan kesempatan membangun relasi dengan penyelenggara pemilu, akademisi, serta sesama mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi.

Adapun persyaratan peserta meliputi:

• Mahasiswa aktif Program Sarjana (S1) STISNU Nusantara Tangerang.

• Berusia maksimal 25 tahun.

• Bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.

• Bersedia menaati tata tertib yang berlaku.

• Mengisi formulir pendaftaran.

Pendaftaran dibuka mulai 8 hingga 16 Juli 2026.

Mahasiswa yang berminat dapat segera mengisi formulir melalui tautan berikut:

https://bit.ly/KDBawasluKotangSTISNU

Melalui penyelenggaraan Kelas Demokrasi ini, Bawaslu Kota Tangerang dan STISNU Nusantara Tangerang berharap lahir generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, kesadaran demokrasi, integritas moral, serta kemampuan menjadi pengawas partisipatif dalam setiap proses demokrasi.

Program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara mampu menghadirkan pendidikan demokrasi yang aplikatif, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

 

Tags: #News

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!