Lewati ke konten utama
Umum 25 Juli 2026 · 36 dibaca

LPPM STISNU Bekali Mahasiswa KKM: Siapkan Agen Perubahan yang Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak di Tengah Masyarakat

A

Asrori

Penulis

LPPM STISNU Bekali Mahasiswa KKM: Siapkan Agen Perubahan yang Berilmu, Berakhlak, dan Berdampak di Tengah Masyarakat

TANGERANG, 25 JULI 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026 sebagai bekal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), serta mahasiswa Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang merupakan hasil kemitraan antara STISNU Nusantara Tangerang, BAZNAS Kota Tangerang, dan MUI Kota Tangerang.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kesiapan administratif, tetapi juga kesiapan akademik, sosial, dan spiritual dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai etika bermasyarakat, strategi pelaksanaan program kerja, hingga teknik penyusunan laporan ilmiah dalam bentuk artikel jurnal.

KKM STISNU Nusantara Tangerang Tahun 2026 akan dilaksanakan selama 1–31 Agustus 2026 di tiga lokasi, yaitu: Desa Kadu, Kecamatan Curug; Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya; dan Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji.

Ketiga desa tersebut dipilih sebagai lokasi pengabdian dengan harapan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Materi pertama disampaikan oleh Waka III bidang Kemahasiswaa, Kerjasama, dan Keagamaan, Dr. KH. Mohamad Mahrusillah, M.Pd., yang mengulas tentang bagaimana peran mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan KKM tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari kemampuan mahasiswa membangun kepercayaan, menjalin komunikasi, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa harus hadir dengan sikap rendah hati, mampu mendengar sebelum berbicara, memahami karakter sosial masyarakat, serta mengedepankan nilai-nilai empati dan gotong royong. Kehadiran mahasiswa hendaknya menjadi energi positif yang mampu memperkuat semangat masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.

"Kuliah Kerja Mahasiswa adalah laboratorium kehidupan. Di desa, kalian tidak sedang mengajar masyarakat, tetapi belajar bersama masyarakat. Bangunlah komunikasi yang santun, hormati adat istiadat setempat, jadilah pendengar yang baik, dan hadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan KKM bukan diukur dari megahnya acara, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu kalian tinggalkan," ujarnya.

Materi kedua disampaikan oleh Waka I bidang Akademik dan SDM, Ecep Ishak Fariduddin, M.A., yang membahas teknik penyusunan hasil kegiatan KKM dalam bentuk artikel jurnal ilmiah. Ia menjelaskan bahwa setiap kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa memiliki nilai akademik apabila didokumentasikan dan ditulis secara sistematis sesuai kaidah ilmiah.

Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai penyusunan latar belakang, identifikasi masalah, metode pelaksanaan, hasil kegiatan, pembahasan, hingga penyusunan kesimpulan dan daftar pustaka. Mahasiswa juga didorong untuk mengubah pengalaman lapangan menjadi karya ilmiah yang dapat dipublikasikan sebagai bagian dari budaya akademik kampus.

"KKM tidak boleh berhenti pada dokumentasi foto atau laporan administratif semata. Setiap program yang kalian laksanakan sesungguhnya adalah data lapangan yang sangat berharga. Tulislah pengalaman tersebut menjadi artikel ilmiah agar manfaatnya dapat dibaca, dipelajari, dan menjadi referensi bagi masyarakat maupun akademisi. Budaya menulis adalah salah satu ciri utama perguruan tinggi yang unggul," terangnya.

Ketua LPPM STISNU Nusantara Tangerang, Asrori, MA., menegaskan bahwa pembekalan ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKM dari tahun ke tahun. Selain menghasilkan program-program pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat, mahasiswa juga diharapkan mampu menghasilkan luaran akademik berupa artikel ilmiah, publikasi, maupun inovasi pemberdayaan masyarakat.

Dengan pembekalan yang komprehensif ini, peserta KKM diharapkan mampu menjadi representasi STISNU Nusantara Tangerang yang menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan pengabdian. Selama satu bulan pelaksanaan KKM di Desa Kadu, Desa Kubang, dan Desa Buaran Bambu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan program-program yang solutif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.

Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, KKM STISNU Nusantara Tangerang Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam pelaksanaan KKM Tahun 2026 ini keterlibatan mahasiswa Pendidikan Kader Ulama (PKU) diarahkan untuk mendukung penguatan tata kelola zakat di Kota Tangerang. Melalui kemitraan antara STISNU Nusantara Tangerang, BAZNAS Kota Tangerang, dan MUI Kota Tangerang, mahasiswa PKU akan melaksanakan sosialisasi penggunaan Aplikasi Menara kepada pengurus masjid dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong transformasi digital pengelolaan zakat di tingkat masjid sehingga pendataan kelembagaan zakat dapat dilakukan secara lebih sistematis, akurat, dan terintegrasi.

Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa PKU akan mengunjungi masjid-masjid yang menjadi lokasi penugasan untuk memberikan pendampingan kepada para pengurus UPZ dalam proses registrasi dan pengisian data melalui Aplikasi Menara. Selain melakukan sosialisasi, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi fasilitator antara BAZNAS Kota Tangerang dengan pengurus masjid, sehingga seluruh data UPZ dapat terdokumentasi dengan baik sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan berbasis teknologi. Melalui program ini, KKM tidak hanya menjadi wahana pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital filantropi Islam di Kota Tangerang.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!