Kyai Mahrus Motivasi Santri Tarbiyatul Falah al Malikiyah melalui Sin Wazan Istaf'ala
Fani
Penulis
Cukulur, Lebak Banten, Senin 18 Mei 2026 — Dalam kunjungan kerja program pembinaan kajian hadits di Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah (TF) Al-Malikiyah, terbangun komitmen bersama antara STISNU dan TF Al-Malikiyah untuk memperkuat kapasitas santri dalam bidang hadits hukum serta kajian hukum Islam sebagai langkah strategis mencetak generasi santri yang unggul dalam ilmu, adab, dan pemahaman keislaman yang mendalam.
Kerja sama ini diarahkan pada penguatan tradisi akademik pesantren melalui pembinaan intensif di bidang hadits ahkam (hadits hukum), pendalaman fiqh, ushul fiqh, serta pengembangan kajian hukum Islam yang terintegrasi antara tradisi pesantren dan pendekatan akademik perguruan tinggi.
Dalam arahannya, Kyai Mahrus menegaskan pentingnya santri memahami ilmu bukan sekadar sebagai hafalan, tetapi sebagai proses perjuangan intelektual dan pembentukan karakter.
Mengutip Kitab Nazmul Maqsud, beliau menyampaikan:
لِسِينِ الاسْتِفْعَالِ جَا مَعَانِي
لِطَلَبٍ صَيْرُورَةٍ وِجْدَانِ
“Santri harus memiliki semangat tholab, yakni terus mencari ilmu; shairurah, berproses menjadi pribadi yang matang; dan wijdan, menemukan hikmah serta jati diri. Melalui kerja sama STISNU dan TF Al-Malikiyah, kita ingin melahirkan santri yang kuat dalam hadits hukum, tajam dalam kajian hukum Islam, dan kokoh dalam adab,” ujar Kyai Mahrus.
Program kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas wawasan santri terhadap persoalan hukum Islam kontemporer tanpa meninggalkan fondasi kitab kuning, sanad keilmuan, dan tradisi pesantren.
Pihak STISNU menilai bahwa sinergi dengan TF Al-Malikiyah merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang mampu menjawab kebutuhan umat melalui penguatan keilmuan hukum berbasis pesantren.
Selain penguatan akademik, kerja sama ini juga menitikberatkan pada budaya su’al atau tradisi bertanya, diskusi, dan bahtsul masail sebagai sarana membangun nalar kritis santri dalam memahami teks dan realitas sosial.
“Santri harus berani bertanya, mengkaji, dan mendalami hukum Islam dengan adab. Dari kitab lahir pemahaman, dari guru lahir keberkahan, dan dari perjuangan lahir masa depan umat,” tambahnya.
Kolaborasi STISNU dan TF Al-Malikiyah ini diharapkan menjadi model penguatan santri yang tidak hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman dengan basis hadits hukum dan kajian hukum Islam yang kokoh.
“Ngaji harus melahirkan kekuatan ilmu. Ilmu harus melahirkan hukum yang bijak. Dan santri harus menjadi penjaga ilmu, adab, dan kemaslahatan umat,” pungkas Kyai Mahrus.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
STISNU Jalin Kerja Sama Penguatan Kajian Hadits Kontemporer dan Hukum Islam di Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Al Malikiyah Cikulur Lebak
18 Mei 2026
Presma STISNU: LDKM Jadi Fondasi Membangun Mahasiswa Berkarakter Pemimpin
18 Mei 2026
Gus Fani Ajak Keluarga Besar Mahasiswa STISNU Tangerang Jadi “Rekomendir” demi Perkuat Pendidikan Islam Lintas Generasi
17 Mei 2026