Podcast di STISNU: Pdt. Doni Susanto Tegaskan Pancasila Menyatukan Semua dalam Moderasi Beragama
Fani
Penulis
Tangerang, 13 Mei 2026 — STISNU Nusantara Tangerang menggelar podcast akademik bertema Strategi Pembelajaran PAK dan Implementasinya pada Ilmu Perbandingan Agama untuk Memperkuat Moderasi Beragama pada Rabu (13/5/2026), dengan menghadirkan Pdt. Doni Susanto dari GBI Rising Star Gading Serpong sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini menjadi forum akademik lintas iman yang membahas Pendidikan Agama Kristen (PAK), konsep Ketuhanan dalam iman Kristen, relevansi Pancasila, serta pentingnya moderasi beragama dalam memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
Dalam paparannya, Pdt. Doni Susanto menjelaskan bahwa ajaran Kristen tetap menegaskan Tuhan Yang Esa. Ia menerangkan konsep Tritunggal—Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus—sebagai satu hakikat Ketuhanan dalam tiga perwujudan, bukan tiga Tuhan yang terpisah.
“Konsep Trinitas dalam iman Kristen bukan berarti tiga Tuhan, tetapi satu hakikat Ketuhanan. Nilai Ketuhanan ini juga menjadi bagian penting dalam dialog kebangsaan dan persatuan Indonesia,” ujar Pdt. Doni Susanto.
Ia menambahkan, sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi titik temu seluruh umat beragama di Indonesia dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis di tengah keberagaman agama, budaya, dan tradisi.
Dalam diskusi tersebut, dosen STISNU Nusantara Tangerang, Asrori, menegaskan bahwa Pancasila merupakan representasi nilai luhur bangsa yang sesuai dengan budaya Indonesia serta berfungsi sebagai dasar pemersatu seluruh elemen masyarakat.
“Pancasila sesuai dengan budaya kita, mengayomi semuanya, dan menjadi fondasi utama dalam menjaga kebersamaan bangsa,” katanya.
Sementara itu, akademisi STISNU, Riza Fahmi Ali, menekankan pentingnya budaya dan kearifan lokal dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia.
“Menjadi pemeluk agama yang Indonesia berarti tetap berpegang pada iman sekaligus merawat budaya, tradisi, dan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas kebangsaan,” ujarnya.
Menurutnya, kehidupan beragama di Indonesia harus mampu berjalan selaras dengan realitas sosial dan budaya Nusantara sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan nasional.
Sebagai tindak lanjut dari podcast ini, STISNU Nusantara Tangerang akan menggelar Kuliah Umum Filsafat Pancasila dalam Iman Kristen pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat dialog akademik, wawasan kebangsaan, dan pengembangan moderasi beragama di lingkungan kampus.
Melalui forum ini, STISNU Nusantara Tangerang menegaskan komitmennya sebagai kampus yang mengedepankan spiritualitas, kualitas pendidikan, dan kearifan lokal dalam membangun generasi berwawasan kebangsaan.
Podcast akademik ini menegaskan bahwa Pancasila, iman, dan budaya dapat berjalan beriringan sebagai fondasi persatuan Indonesia, sekaligus menjadi strategi penting dalam menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Wisuda Al Hasaniyah: STISNU Tangerang Berikan Beasiswa Khusus Subsidi untuk Alumni
14 Mei 2026
STISNU Nusantara Tangerang Jadi Lokasi Penelitian Tesis Pdt. Doni Susanto tentang Moderasi Beragama dan Strategi Pembelajaran PAK
14 Mei 2026
Relasi Pancasila dan Pancatriastika dalam Tasawuf Peradaban
14 Mei 2026