Mudzakarah Ulama: Jihad Ulama Menyelamatkan Umat dari Hoax

Diposting pada

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan para masyaikh dan ulama terkait maraknya hoax di media social. Bahkan decade 2018-2019 bahwa hoax seakan menjadi tradisi baru yang dilestarikan oleh generasi bangsa, sehingga terkesan adalah istilah “tiada hari tanpa share hoax.”

Ironinya, pertama, isu social yang dihoax-i tidak hanya berkaitan dengan politik, akan tetapi juga merambah isu-isu bencana yang sedang menerpa bangsa Indonesia.

Kedua, ironi rasanya penyebar hoax adalah kelompok yang dapat dikategorikan memiliki ilmu agama yang mumpuni, terutama dimediasi oleh akun-akun media social yang banyak mengatasnamakan akun atau simbol agama.

Seharusnya pelabelan akun media social dengan nama yang berkaitan dengan simbol agama tidak digunakan untuk menyebarkan berita bohong melainkan berita dakwah yang mengajarkan pada kebaikan.

Atas dasar itu, kegiatan ini digagas bertujuan untuk membentengi umat dan bangsa dari bahaya hoax. Pasalnya, dikatakan bahwa ghibah lebih buruk daripada zina karena orang yang berzina mungkin cukup dengan bertaubat kepada Allah.

Sementara orang yang ghibah dan sejenisnya tidak cukup hanya dengan bertaubat kepada Allah tetapi juga dituntut untuk meminta maaf kepada orang yang sudah dighibahinya. Belum lagi banyak hadits yang menyatakan bahwa ghibah dan sejenisnya dapat menghilangkan kebaikan yang telah dilakukan, ironinya, kebaikan tersebut kemudian ditransfer cuma-Cuma (gratisan) pada orang yang sudah dighibahinya.

Maka dari itu, sudah menjadi tugas penting bagi para alim ulama dan masyaikh untuk mengingatkan umat dari bahaya ghibah yang diawali melalui forum MUDZAKARAH ULAMA KHARISMATIK BANTENG “Moderasi Beragama: Jihad Ulama Menyelamatkan Umat dan Bangsa dari Bahaya Hoax,” yang diselenggarkan oleh Yayasan Benteng Nusantara Cendekia Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Republik Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatu Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.