Lewati ke konten utama
stisnunusantara@gmail.com
Umum 20 Mei 2026 · 49 dibaca

STISNU Tangerang Perkuat Literasi dan Karakter Mahasiswa Lewat Pelatihan Jurnalistik

F

Fani

Penulis

STISNU Tangerang Perkuat Literasi dan Karakter Mahasiswa Lewat Pelatihan Jurnalistik

Tangerang – melalui Senat Mahasiswa menggelar Pelatihan Jurnalistik yang diikuti puluhan mahasiswa di Aula Kampus STISNU Nusantara Tangerang, Rabu (20/05/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kritis dalam Nalar dan Profesional dalam Karya” tersebut berlangsung antusias dan menjadi ruang pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang jurnalistik serta media kreatif. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat literasi media sekaligus membangun karakter mahasiswa yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan era digital.

Pelatihan menghadirkan Ketua , , serta Koordinator Daerah Provinsi Banten, . Para narasumber memberikan pembekalan mengenai etika jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga strategi pengembangan media kreatif di era digital.

Dalam pemaparannya mengenai etika dan profesionalisme jurnalistik, Andi Lala menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda agar mampu menghadirkan informasi yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi media sosial.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki rasa ingin tahu, daya kritis, serta keberanian menyampaikan fakta melalui karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya ingin menumbuhkan kepada kawan-kawan mahasiswa bagaimana rasa ingin tahu dan rasa kritis itu bisa diimplementasikan menjadi karya jurnalistik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk melawan penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan.

“Karya jurnalistik harus bisa dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, produk media sosial tidak bisa langsung dijadikan produk jurnalistik. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu menangkal berita-berita hoaks melalui karya jurnalistik yang benar,” tegasnya.

Sementara itu, M Diponegoro menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang di dunia industri kreatif. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menulis berita, tetapi juga memahami strategi membangun media kreatif dan personal branding yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, kreativitas, konsistensi, dan kemampuan membaca tren menjadi modal penting dalam membangun media digital yang sehat dan produktif.

“Terkait inovasi, tadi kita sudah tanamkan bagaimana membangun sebuah brand media kreatif dengan nilai konsistensi dan mengikuti tren yang ada,” kata Dipo.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga berencana membangun komunitas kreator konten di Tangerang yang melibatkan mahasiswa dan generasi muda sebagai wadah pengembangan minat dan bakat di bidang media kreatif.

“Kami ingin anak-anak muda bisa mengembangkan minat dan bakatnya, baik sebagai content creator maupun pemilik media kreatif, sehingga nantinya mampu membuka peluang positif dan produktif bagi generasi muda lainnya,” tambahnya.

Ketua Senat Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang, , berharap pelatihan tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya mahasiswa yang aktif, kreatif, dan mampu memanfaatkan media secara bijak.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi pelopor literasi digital yang sehat di tengah masyarakat.

“Di era digital ini mahasiswa jangan sampai terbawa arus media yang kurang baik. Mahasiswa harus bisa menyaring informasi dan membuat karya jurnalistik yang benar untuk masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalistik menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Ke depan, pihaknya berencana membentuk ruang kreativitas mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik sebagai wadah belajar, diskusi, dan praktik jurnalistik secara berkelanjutan.

Melalui UKM tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan menulis berita, fotografi, videografi, desain media, hingga produksi konten digital yang edukatif dan inspiratif.

“Bukan hanya hari ini mereka belajar. Ke depan, kami ingin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk bebas berekspresi, belajar menulis, hingga mengembangkan kemampuan sebagai content creator dan jurnalis,” katanya.

Ketua STISNU Nusantara Tangerang, , menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang kritis, visioner, dan berintegritas.

Menurutnya, dunia jurnalistik memiliki peran besar dalam melahirkan tokoh-tokoh perubahan karena dari proses jurnalistik lahir tradisi berpikir kritis, budaya membaca, serta keberanian menyampaikan gagasan untuk kepentingan masyarakat.

Ia menilai mahasiswa harus memiliki kemampuan literasi yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai akademik dan moral di tengah perkembangan teknologi informasi.

“Kampus ingin mengingatkan bahwa banyak orang besar lahir dari dunia jurnalistik. Dari sinilah mahasiswa dapat melahirkan ide-ide besar yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat,” pungkasnya.

 

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!