Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prodi Pendidikan Masyarakat, Gali Esensi Adventure Learning Melalui Observasi di MAPALA SANUPALA
Putri
Penulis
Kota Tangerang, Senin, 18 Mei 2026 – Dalam rangka mengontekstualisasikan teori bangku perkuliahan dengan realitas di lapangan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses melaksanakan kegiatan observasi lapangan. Kegiatan yang menjadi bagian inti dari mata kuliah Pembelajaran Petualangan (Adventure Learning) ini difokuskan pada Mahasiswa Nahdlatul Ulama Pecinta Alam (SANUPALA).
Mata kuliah Pembelajaran Petualangan di Prodi Pendidikan Masyarakat UNJ dirancang untuk membekali mahasiswa dengan metodologi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di alam terbuka. Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa diajak untuk membedah bagaimana sebuah komunitas berbasis hobi dan nilai-nilai keagamaan mampu mengorganisasi proses edukasi, pembentukan karakter, serta pengelolaan risiko dalam aktivitas petualangan.
Mengapa SANUPALA?
SANUPALA dipilih sebagai objek observasi karena memiliki karakteristik yang unik. Selain bergerak di bidang kepencintaalaman yang sarat dengan tantangan fisik dan mental, komunitas ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas religius ke dalam setiap aktivitas outdoor mereka. Hal ini selaras dengan pilar Pendidikan Masyarakat yang berfokus pada pengembangan sosiokultural dan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
Selama observasi, mahasiswa Penmas UNJ melakukan serangkaian aktivitas, antara lain:
Wawancara Mendalam: Berdialog dengan pengurus SANUPALA mengenai manajemen organisasi, kurikulum diklat anggota baru, dan metode transfer pengetahuan terkait survival serta pelestarian lingkungan.
Analisis Proses Belajar: Mengamati bagaimana proses pendampingan (mentoring) terjadi antar anggota senior dan junior dalam simulasi aktivitas alam bebas.
Kajian Integrasi Nilai: Mempelajari bagaimana nilai-nilai keislaman dan kebangsaan diinternalisasikan ke dalam SOP keselamatan petualangan mereka.Dampak dan Refleksi Akademis
Dosen Pengampu Mata Kuliah Pembelajaran Petualangan menyampaikan bahwa observasi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk implementasi Case-Based Learning. Mahasiswa dituntut kritis untuk melihat bagaimana ruang-ruang informal di luar sekolah—seperti komunitas pecinta alam—dapat bertransformasi menjadi wadah pendidikan karakter yang efektif dan inklusif.
Observasi dilakukan dengan mengunjungi Mapala SANUPALA dan berdialog langsung bersama Hermawan atau yang akrab disapa Jampang, selaku perintis SANUPALA. Dalam kesempatan tersebut, Hermawan membagikan pengalaman mengenai sejarah berdirinya SANUPALA, nilai-nilai organisasi, hingga pentingnya membangun karakter melalui aktivitas alam bebas dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurut Hermawan, SANUPALA hadir bukan hanya sebagai Komunitas Mahasiswa pecinta alam, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda agar memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian di tengah perkembangan zaman.
"Melalui SANUPALA, kami belajar bahwa pembelajaran petualangan bukan hanya tentang menaklukkan puncak gunung atau jeram sungai, tetapi tentang bagaimana petualangan itu sendiri mendidik manusia untuk lebih bijaksana, adaptif, dan peduli sesama. Ini adalah inti dari rumpun keilmuan Pendidikan Masyarakat," ujar Naurah Jasmin salah satu perwakilan mahasiswa Penmas UNJ yang mengikuti kegiatan.
Hasil dari observasi ini nantinya akan disusun dalam bentuk laporan kajian akademis serta portofolio rancangan model pembelajaran berbasis petualangan yang dapat diimplementasikan pada kelompok masyarakat yang lebih luas.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!